Konten dari Pengguna

Mengungkap Risiko Tersembunyi di Pantai Cantik: Risiko di Kelingking Beach

Andrew Vito Cahyadi
Mahasiswa Manajemen Bisnis Pariwisata, Universitas Indonesia
3 April 2025 10:49 WIB
·
waktu baca 5 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Andrew Vito Cahyadi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kelingking Beach (Source: Freepik)
zoom-in-whitePerbesar
Kelingking Beach (Source: Freepik)
ADVERTISEMENT
Apa Hubungan Manajemen Risiko & Pariwisata?
Pariwisata adalah sektor ekonomi yang melibatkan perjalanan dan aktivitas rekreasi, budaya, serta bisnis yang dilakukan oleh individu atau kelompok ke suatu destinasi di luar lingkungan tempat tinggal mereka untuk jangka waktu tertentu (Lartey, 2024). Industri ini memberikan dampak signifikan bagi perekonomian, menciptakan lapangan kerja, dan mendukung pertumbuhan infrastruktur di berbagai daerah. Namun, pariwisata juga memiliki tantangan besar, salah satunya adalah risiko yang terkait dengan keselamatan wisatawan dan kelestarian destinasi.
ADVERTISEMENT
Manajemen risiko adalah proses terstruktur untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengendalikan risiko yang dapat mempengaruhi suatu aktivitas atau industri (Sumaja, 2023). Dalam industri pariwisata, manajemen risiko sangat penting untuk menjamin keamanan wisatawan, melindungi alam, serta mempertahankan keberlanjutan destinasi wisata. Risiko dapat timbul dari sejumlah faktor, seperti cuaca, infrastruktur yang tidak memadai, hingga perilaku wisatawan itu sendiri. Jika tidak dikelola dengan baik, risiko ini dapat menyebabkan kecelakaan, kerusakan lingkungan, dan berkurangnya minat wisatawan untuk berkunjung ke suatu destinasi.
Salah satu tujuan wisata yang dikenal akan keindahannya namun memiliki berbagai risiko adalah Pantai Kelingking di Nusa Penida, Bali. Pantai ini menyajikan pemandangan luar biasa dengan jurang-jurang terjal dan air laut yang berwarna biru jernih, tetapi juga memiliki akses yang menantang, gelombang besar, serta minimnya infrastruktur keselamatan.
ADVERTISEMENT
Risiko di Kelingking Beach, Nusa Penida, Bali
Akses menuju Kelingking Beach (Source: Freepik)
Kelingking Beach di Nusa Penida merupakan salah satu pantai paling menakjubkan di dunia, dengan pemandangan luar biasa dan tebing-tebing tinggi yang menjadi daya tarik utama. Namun, tempat ini juga memiliki beberapa risiko yang harus diperhatikan. Akses ke pantai sangat terjal dengan tangga alami yang sempit dan sedikit pagar pengaman, sehingga pengunjung yang kurang waspada berisiko jatuh, terutama saat hujan yang menjadikan jalur licin.
Selain itu, gelombang di Pantai Kelingking sangat kuat dengan arus bawah laut yang berbahaya, yang bisa menarik wisatawan yang berenang terlalu jauh, serta kurangnya petugas penjaga pantai yang meningkatkan risiko kecelakaan air. Kurangnya sarana keselamatan juga menjadi isu penting, karena jumlah rambu peringatan terkait bahaya yang tersedia masih minim, serta tidak adanya fasilitas pertolongan pertama yang menyulitkan penanganan keadaan darurat.
ADVERTISEMENT
Di samping itu, bertambahnya jumlah pengunjung tanpa pengelolaan yang tepat dapat mengakibatkan erosi tanah di jalur pendakian dan pencemaran lingkungan karena sampah yang ditinggalkan. Minimnya infrastruktur penunjang, seperti toilet, lokasi berlindung, dan jalur evakuasi darurat, juga menjadi tantangan, sementara akses transportasi ke tempat tersebut cukup sulit, terutama untuk wisatawan yang tidak familiar dengan kondisi medan yang ekstrem.
Strategi Manajemen Risiko di Kelingking Beach, Nusa Penida, Bali
Untuk mengurangi dampak dari berbagai risiko di Kelingking Beach, diperlukan strategi manajemen risiko yang efisien. Salah satu langkah penting adalah meningkatkan infrastruktur keselamatan, seperti memasang pagar pengaman di jalur pendakian dan memperbaiki jalur akses agar lebih aman bagi pengunjung, serta menambah rambu-rambu peringatan di tempat-tempat berbahaya.
ADVERTISEMENT
Selain itu, keberadaan petugas keamanan dan layanan darurat juga krusial, termasuk penempatan penjaga pantai untuk mengawasi aktivitas pengunjung serta penyediaan fasilitas pertolongan pertama (P3K) dan lokasi evakuasi darurat. Pendidikan dan sosialisasi tentang keselamatan harus dilakukan dengan menyampaikan informasi kepada pengunjung mengenai kondisi medan dan kemungkinan bahaya melalui brosur, papan informasi, atau platform media sosial, serta menyediakan pemandu wisata yang berpengalaman untuk menemani wisatawan, terutama di rute yang memiliki risiko tinggi.
Dalam pengelolaan pariwisata berkelanjutan, penting untuk menerapkan sistem pembatasan jumlah pengunjung untuk menghindari overtourism serta mencegah kerusakan lingkungan, dan juga mempromosikan kampanye kebersihan serta pelestarian lingkungan dengan menyediakan tempat sampah yang cukup. Selain itu, peningkatan peran masyarakat lokal juga merupakan strategi krusial dengan melibatkan warga dalam pengelolaan destinasi, serta menyediakan pelatihan bagi penduduk setempat sebagai pemandu wisata atau petugas keamanan agar mereka dapat berkontribusi dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan pengunjung.
ADVERTISEMENT
Tips & Trick bagi Wisatawan yang Berkunjung ke Kelingking Beach
View Kelingking Beach (Source: Freepik)
Untuk dapat merasakan perjalanan ke Kelingking Beach dengan aman dan nyaman, pengunjung disarankan untuk mematuhi beberapa saran. Gunakan sepatu yang nyaman dan tidak licin karena jalur ke pantai terjal dan berbatu, sehingga alas kaki yang kuat sangat dibutuhkan. Jangan lupa untuk membawa air minum yang cukup, karena cuaca di Nusa Penida bisa sangat terik dan dapat menyebabkan dehidrasi.
Sebaiknya untuk datang di pagi hari agar terhindar dari kerumunan dan merasakan suasana yang lebih tenang. Selain itu, perhatikan situasi cuaca dan hindari berkunjung ke pantai kelingking saat musim hujan, karena jalur akan menjadi lebih licin dan berisiko. Saat berada di pantai, wisatawan sebaiknya menghindari berenang terlalu jauh karena gelombangnya sangat kuat, sehingga lebih aman hanya beraktivitas di tepi pantai.
ADVERTISEMENT
Selalu patuhi rambu dan tanda peringatan, serta jangan melanggar batas keamanan atau mendekati tebing tanpa pengaman yang memadai. Hal yang juga tidak kalah penting adalah, membawa peralatan darurat seperti kotak P3K dan sunscreen. Terakhir, jaga kebersihan pantai dengan tidak membuang sampah secara sembarangan dan membawa kembali sampah yang dihasilkan agar keberlanjutan lingkungan tetap terjamin.
Kelingking Beach, Nusa Penida, menawarkan keindahan alam yang luar biasa, namun juga memiliki berbagai risiko yang dapat membahayakan wisatawan. Dengan penerapan manajemen risiko yang baik serta kesadaran wisatawan terhadap faktor keselamatan, destinasi ini dapat tetap menjadi tempat wisata yang aman dan berkelanjutan.
Andrew Vito Cahyadi, Mahasiswa Manajemen Bisnis Pariwisata, Universitas Indonesia.
Referensi
Damayanti, E. (2023). Risk Management: In an Overview of Literature Review. Formosa Journal of Science and Technology, 1116.
ADVERTISEMENT
Sumaja, K., et al. (2023). The Climate Comfort and Risk Assessment for Tourism in Bali, Indonesia. Proceedings of the International Conference on Radioscience, Equatorial Atmospheric Science and Environment and Humanosphere Science, 546-548.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (2023). Pedoman Keselamatan Wisata Alam.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. (2022). Strategi Pengelolaan Destinasi Wisata Berkelanjutan.