Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Sidang Isbat 1 Syawal 2025: Penetapan Hari Raya Idulfitri 1446 H
25 Maret 2025 21:10 WIB
·
waktu baca 3 menitTulisan dari Bacaan Doa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Sidang isbat 1 Syawal 2025 adalah forum resmi yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia untuk menetapkan awal bulan dalam kalender Hijriah. Termasuk 1 Syawal yang menandai Hari Raya Idulfitri.
ADVERTISEMENT
Pada tahun 2025, sidang isbat untuk menentukan 1 Syawal 1446 H dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 29 Maret 2025. Penetapan ini menjadi acuan bagi umat Islam di Indonesia dalam merayakan Idulfitri secara serentak.
Sidang Isbat 1 Syawal 2025 untuk Menetapkan 1 Syawal
Dikutip dari buku Mengapa Umat Islam, M. Najib (2021), Isbat dalam Bahasa Arab berarti penetapan atau penentuan. Karena itu, sidang isbat dimaknai sebagai sidang untuk menetapkan atau menentukan awal bulan kalender Hijriyah.
Sidang isbat 1 Syawal 2025 merupakan proses penetapan 1 Syawal melalui sidang isbat melibatkan dua metode utama. Metode ini terdiri dari hisab (perhitungan astronomis) dan rukyat (pengamatan langsung hilal atau bulan sabit muda).
Metode hisab menggunakan perhitungan matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan. Sementara metode rukyat melibatkan pengamatan langsung hilal setelah matahari terbenam pada tanggal 29 Ramadan.
ADVERTISEMENT
Jika hilal terlihat, maka keesokan harinya ditetapkan sebagai 1 Syawal. Sidang isbat biasanya dihadiri oleh perwakilan ormas Islam, ahli astronomi, dan instansi terkait lainnya.
Pada sidang isbat tahun ini, pemantauan hilal akan dilakukan di sejumlah titik yang tersebar di seluruh Indonesia. Posisi hilal saat ini masih jauh dari standar terlihatnya hilal, yaitu berada di bawah 0 derajat, tepatnya minus 3 derajat.
Standar terlihatnya hilal adalah berada di ketinggian 3 derajat dengan elongasi 6 derajat. Dengan kondisi tersebut, hilal diperkirakan tidak akan terlihat pada 29 Maret 2025.
Setelah sidang selesai, hasil keputusan akan diumumkan secara resmi melalui konferensi pers oleh Menteri Agama. Proses ini diharapkan memberikan kepastian bagi umat Islam di Indonesia dalam merayakan Idulfitri secara serentak dan khusyuk.
ADVERTISEMENT
Dengan adanya kesamaan prediksi antara pemerintah dan ormas Islam seperti Muhammadiyah, diharapkan perayaan Idulfitri 2025 dapat berlangsung dengan lebih harmonis dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di Indonesia.
Meskipun demikian, umat Islam tetap dianjurkan untuk menunggu pengumuman resmi dari pemerintah mengenai penetapan 1 Syawal 1446 H. Hal ini penting untuk memastikan keseragaman dalam pelaksanaan ibadah dan perayaan hari raya.
Selain itu, masyarakat diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan baik menjelang perayaan Idulfitri. Termasuk dalam hal persiapan spiritual dan material.
Momentum Idulfitri merupakan saat yang tepat untuk saling memaafkan dan mempererat tali silaturahmi antar sesama. Dengan penetapan 1 Syawal yang jelas, diharapkan umat Islam dapat merayakan hari kemenangan ini dengan penuh suka cita dan kebersamaan.
ADVERTISEMENT
Dalam konteks global, penetapan 1 Syawal yang serentak di Indonesia juga mencerminkan kesatuan umat Islam dalam menjalankan ibadah. Hal ini sesuai dengan tuntunan syariat.
Penetapan ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan metode dalam penentuan awal bulan Hijriah. Namun pada akhirnya tujuan yang ingin dicapai adalah kebersamaan dalam merayakan hari besar keagamaan.
Dengan demikian, sidang isbat 1 Syawal 2025 memiliki peran penting dalam menjaga kesatuan dan keharmonisan umat Islam di Indonesia. Semoga perayaan Idulfitri tahun ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan. (Gin)