Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Bolehkah Puasa Syawal sekaligus Bayar Utang Puasa? Ini Hukumnya dalam Islam
2 April 2025 15:00 WIB
·
waktu baca 3 menitTulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Puasa Syawal merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan ketika memasuki bulan Syawal selepas Ramadhan. Sementara itu, mengganti puasa Ramadhan adalah kewajiban yang harus ditunaikan sebelum datang bulan Ramadhan berikutnya.
ADVERTISEMENT
Dalam praktiknya, tak jarang umat Islam ingin melaksanakan keduanya dalam waktu yang bersamaan. Sebab, hal ini memberi kesempatan untuk memaksimalkan ibadah dengan lebih efisien.
Tapi, bolehkah puasa Syawal sekaligus bayar utang puasa Ramadhan? Agar tidak keliru dalam menunaikan keduanya, berikut penjelasan selengkapnya.
Bolehkah Puasa Syawal sekaligus Bayar Utang Puasa?
Mengutip buku Puasa Bukan Hanya Saat Ramadhan karya Ahmad Sarwat, seorang Muslim yang berhalangan melakukan puasa Ramadhan karena alasan tertentu seperti sedang hamil, sakit, atau bepergian jauh, diwajibkan menggantinya di lain waktu. Ketentuan ini dijelaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 185.
شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ ۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا۟ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
ADVERTISEMENT
Artinya: "(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur."
Bersumber dari buku Tuntunan Ibadah Ramadhan dan Hari Raya oleh R. Syamsul dan M. Nielda, qadha puasa Ramadhan merupakan kewajiban yang diibaratkan utang kepada Allah SWT. Sedangkan puasa sunnah adalah amalan tambahan untuk melengkapi dan menyempurnakan amalan wajib.
ADVERTISEMENT
Secara adabiyah atau menurut tata kramanya, sudah sepantasnya utang yang bersifat wajib tersebut dibayar terlebih dahulu. Kemudian, apabila ingin menambah kesempurnaan ibadah, bisa dilanjutkan dengan puasa sunnah.
Adapun menurut Imam al-Syarqawi dalam Hasyiyah al-Syarqawi yang dikutip dari laman MUI, hukum menggabungkan puasa Syawal dengan puasa qadha Ramadhan adalah sebagai berikut:
"Bila seseorang berpuasa pada Syawal dengan niat qadha, atau selainnya seperti nadzar atau puasa sunnah lain, orang tersebut tetap mendapatkan pahala puasa sunnah Syawal. Sebab substansi puasa enam hari di bulan Syawal telah dilaksanakan. Tetapi, dia tidak mendapatkan pahalanya dengan sempurna sesuai kriteria yang dituntut (oleh hadits). Bila ingin mendapat pahala puasa Syawal dengan sempurna, harus dilaksanakan dengan niat khusus puasa enam hari Syawal (tidak digabung dengan yang lain)..."
ADVERTISEMENT
Dalam hal ini, apabila seorang Muslim ingin mengqadha puasa Ramadhan sekaligus melaksanakan puasa Syawal, maka boleh saja. Namun, pahala yang diperoleh dari puasa sunnah tersebut tidak akan sepenuhnya sempurna.
Oleh karena itu, bagi umat Muslim yang memiliki utang puasa Ramadhan, sebaiknya mengqadha puasanya terlebih dahulu. Setelah itu, baru dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah Syawal.
(ANB)