Konten Media Partner

Cara Tepat Memilih Jurusan Kuliah Buat Gen Z, Jangan Asal Ikuti Tren

3 April 2025 15:03 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi kuliah. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kuliah. Foto: Pixabay
ADVERTISEMENT
"Jurusan mana yang seharusnya saya ambil?" Pertanyaan seperti ini cukup sering muncul di benak anak muda atau Gen Z yang akan memasuki dunia perkuliahan. Memilih jurusan kuliah memang bisa bikin OVT atau overthinking.
ADVERTISEMENT
Penting untuk memahami minat dan bakat sebelum memilih jurusan agar tidak menyesal saat sudah berkuliah nanti.
Dosen Fakultas Psikologi Unair, Dr Dewi Retno Suminar M Si Psikologi membagikan tips memilih jurusan bagi calon mahasiswa.
Dosen Psikologi tersebut menekankan pentingnya mempertimbangkan kemampuan diri sendiri. Kemampuan ini kemudian harus berkaitan dengan minat yang para siswa miliki.
“Yang menjadi pertimbangan terpenting dalam memilih jurusan adalah kemampuan diri. Karenanya, perlu melihat apa kekuatan diri. Misalnya saya kuat di numerik, atau ingatan, atau daya abstraksi, atau yang lainnya. Kemudian kaitkan dengan minat dan dilihat apakah bidang studi yang diminati sesuai dengan kekuatan dalam diri,” jelas Dewi.
Selain menjelaskan pentingnya kekuatan diri dalam pemilihan jurusan, Dewi mengungkapkan cara mengeksplorasi kekuatan diri masing-masing. Menurutnya, penting untuk mengenali diri dan tidak hanya berpatokan dengan nilai.
ADVERTISEMENT
“Cara mengeksplorasinya adalah dengan rajin menelaah diri dan refleksi diri. Jangan hanya berpatokan nilai saja. Nilai bisa menjadi indikasi bakat, tetapi cari kekuatan diri yang terkait pada pilihan," tuturnya.
Dewi menyarankan para calon mahasiswa untuk melakukan tes minat dan bakat di psikolog.
Lebih lanjut, Dewi mengungkapkan bahwa kepribadian seseorang juga penting dalam menjalani proses kuliah. Ia mengingatkan proses kuliah membutuhkan inisiatif yang membedakannya dengan belajar di sekolah.
“Kepribadian yang sangat mempengaruhi keberhasilan adalah ketangguhan dan persisten. Karena proses kuliah tidak sama dengan sekolah. Harus ada inisiatif dari diri dan kelas, dosen, dan kecepatan antar teman tidak sama," terangnya.
Selain itu, mahasiswa juga harus memiliki kontrol diri yang baik. Dewi mengimbau para calon mahasiswa untuk selalu fokus pada tujuan kuliah. Terakhir, Dewi menyarankan untuk tidak memilih jurusan karena sedang tren.
ADVERTISEMENT
“Jangan memilih jurusan program studi hanya karena suka, lagi tren, ataupun mengikuti orang lain. Kenali kekuatan diri dan analisis sesuaikan dengan kebutuhan dalam menyelesaikan pendidikan di prodi yang anda suka,” tandasnya.