Konten dari Pengguna

Sosial Media Mempengaruhi Kesehatan Mental, Apakah benar?

Delita Alisha Putri
Pelajar SMA Citra Berkat
2 Maret 2025 15:05 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Delita Alisha Putri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
sumber: ai
zoom-in-whitePerbesar
sumber: ai
ADVERTISEMENT
Hampir semua orang pastinya memiliki sosial media termasuk orang dewasa, remaja, orang tua, dan anak-anak. Sosial media sendiri merupakan tempat ataupun wadah yang memfasilitasi penggunanya untuk saling berinteraksi satu dengan yang lain dengan saling berbagi konten berupa sebuah tulisan, gambar, maupun foto. Terjalinnya juga aktivitas sosial setiap penggunanya tanpa adanya keterbatasan waktu dan ruang.
ADVERTISEMENT
Namun dengan berkembangnya sosial media ini banyak dampak yang terjadi, dampak positif maupun dampak negatif. Menurut halodoc sisi positif media sosial untuk anak-anak dan remaja dari adalah dapat mengajarkan keterampilan sosial, memperkuat hubungan, maupun hanya untuk bersenang-senang. Namun ternyata dari media sosial ini dapat menyebabkan terjadinya gangguan terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan penggunanya.
Jika seseorang baru merasakan kecanduan terhadap sosial media, orang akan mengacuhkan segala hal di dunia nyata dan lebih memilih eksis di media sosial dan banyak orang akan melakukan berbagai hal di media sosial untuk mendapat popularitas sehingga mereka tidak mementingkan hal negatif yang akan menimpa mereka.
Menurut survei Pew Research Center tahun 2018 menunjukkan melalui media sosial ternyata satu dari enam remaja telah mengalami setidaknya satu dari enam bentuk penganiayaan online. Dan mereka menganggap bahwa penganiayaan tersebut merupakan hal yang biasa terjadi dan merupakan konsekuensi dari mereka menggunakan media sosial. Selain itu banyak juga cyberbullying yang dialami oleh remaja di media sosial. Karena hal tersebut dapat terjadinya gejala depresi dan kecemasan diri. Hal tersebut bisa terjadi karena mereka merasa bahwa dirinya masih tidak cukup untuk memenuhi ekspektasi. Selain itu banyak juga yang tidak percaya diri untuk menampilkan diri di publik karena mereka merasa lebih buruk jika menampakkan diri secara langsung daripada di sosial media.
ADVERTISEMENT
Pastinya dengan berbagai gejala tersebut bisa membuat masalah juga terhadap emosional seseorang. Jika orang sudah mengalami berbagai hal tersebut pastinya akan membuat mereka menjadi orang yang pendiam di dunia nyata karena mereka merasa takut di judge orang dan ingin tampil sempurna di depan banyak orang.
Kita harus bisa menggunakan media sosial dengan bijak dan tanggung jawab. Dengan menggunakannya dengan bijak pastinya memberikan berbagai dampak positif terhadap kita. Namun kita harus bisa membagi waktu dan mengetahui dunia nyata dan dunia virtual agar kita tidak terbawa arus dengan dunia virtual dan berdampak buruk terhadap diri kita sendiri.