Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Meneruskan Tradisi Ziarah Makam Keluarga di Hari Raya
1 April 2025 12:45 WIB
·
waktu baca 2 menitTulisan dari Febryka Wulan Saputri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Lebaran tidak hanya menjadi momen untuk berkumpul bersama keluarga, tetapi juga waktu untuk mengenang orang-orang tercinta yang telah tiada. Salah satu tradisi yang masih dijaga oleh banyak keluarga adalah ziarah makam. Kegiatan ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan bentuk penghormatan, doa, serta penghubung emosional antara generasi yang masih ada dan yang telah berpulang.
ADVERTISEMENT
Ziarah Makam, Warisan Keluarga yang Terus Dilanjutkan

Bagi Sikem, seorang ibu rumah tangga yang kini usianya sudah memasuki 74 tahun, ziarah makam sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan sejak kecil. Setiap Lebaran, ia bersama suami dan anak-anaknya selalu menyempatkan diri mengunjungi makam orang tua dan kakek-nenek mereka.
"Sejak dulu, setelah salat Idulfitri, kami langsung pergi ke makam. Kami membersihkan nisannya, menaburkan bunga, lalu berdoa bersama. Rasanya seperti masih bisa dekat dengan mereka," cerita Sikem.
Putrinya, Fatimah, yang kini telah berkeluarga, juga meneruskan kebiasaan tersebut. "Dari kecil, Mama selalu mengajarkan kami bahwa menghormati orang tua tidak berhenti saat mereka sudah tiada. Itulah kenapa sekarang saya juga mengajak anak-anak untuk ikut berziarah," ungkapnya.
ADVERTISEMENT
Bukan Sekadar Ziarah, Tapi Momen Kebersamaan
Bagi keluarga Fatimah, ziarah makam lebih dari sekadar berdoa. Setelah berziarah, mereka biasanya duduk sebentar, membagikan cerita tentang masa lalu dan mengenang sanak saudara yang sudah berpulang.
"Kami sering mengingat kembali kisah-kisah masa lalu kakek-nenek. Anak-anak pun jadi lebih memahami sejarah keluarga dan merasa lebih dekat dengan leluhur mereka," ujar Djumari, suami Fatimah.
Momen ini juga menjadi pengingat bagi seluruh keluarga bahwa hidup adalah perjalanan yang harus dijalani dengan saling mendukung satu sama lain.
Menjaga Tradisi untuk Anak Cucu
Ziarah makam bukan hanya kebiasaan tahunan, tetapi juga cara untuk mengajarkan nilai kehidupan kepada generasi berikutnya. Dengan mengenalkan anak-anak pada tradisi ini sejak kecil, mereka belajar tentang makna keluarga, penghormatan, dan kebersamaan.
ADVERTISEMENT
"Saya berharap anak-anak tetap meneruskan kebiasaan ini. Bukan karena kewajiban, tetapi karena mereka mengerti bahwa keluarga tidak hanya yang masih ada di dunia ini, tapi juga yang telah mendahului kita," kata Sikem.
Di tengah perubahan zaman, tradisi ini tetap memiliki arti penting bagi banyak keluarga. Bukan hanya untuk mengenang mereka yang telah pergi, tetapi juga untuk mempererat hubungan antaranggota keluarga dan meneruskan nilai-nilai kebersamaan.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, keluarga Sikem kembali berziarah di hari Lebaran. Bagi mereka, ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga cara untuk terus menjaga kenangan dan kedekatan dengan orang-orang terkasih yang telah tiada.