Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Dari Takbir hingga Memaafkan: Kehangatan Warga Bancarkembar Menyambut Lebaran
2 April 2025 16:47 WIB
·
waktu baca 3 menitTulisan dari Hafiz Asharudin Syah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Malam sebelum Hari Raya Idul Fitri merupakan malam penuh kehangatan, seperti yang terjadi di Desa Bancarkembar. Lantunan takbir dari mushola dan masjid, berpadu dengan suara anak-anak yang berlarian bersorak gembira untuk menyambut hari kemenangan esok harinya. Dari remaja hingga orang tua bekerja sama memastikan semuanya siap untuk menyambut hari kemenangan.
ADVERTISEMENT
Persiapan Warga Desa Bancarkembar
Sejak matahari mulai tenggelam tepatnya setelah sholat isya selesai dilaksanakan, pemuda kampung dan bapak-bapak mulai menuju ke lapangan Bancarkembar untuk mempersiapkan tempat pelaksanaan salat Id esok hari. Dengan penuh semangat dan kegembiraan mereka cekatan memasang tali pembatas untuk mengatur barisan jamaah, memastikan setiap saf agar tetap rapi dan tertata. Angin malam bertiup lembut, suasana mulai mendingin namun kehangatan tetap terasa dengan adanya kebersamaan yang mengalir di antara mereka.
Tak jauh dari sana, para orang tua duduk santai di kursi panjang, menikmati hembusan udara malam sambil berbincang tentang kenangan Ramadhan dan masa kecil mereka. Sementara itu, anak-anak kecil berlarian dengan tawa ceria sambil menyalakan petasan yang mereka bawa.
ADVERTISEMENT
“Setiap tahun kami lakuin ini bareng-bareng walaupun terasa cape tapi terbayarkan karena dengan ikut serta dalam persiapan salat Id bisa bertemu dengan remaja RW sebelah” ujar Jidan, salah satu pemuda yang sejak tadi sibuk membantu.
Di sisi lain lapangan terdapat tim teknis yang tengah memastikan sistem suara berfungsi dengan baik mulai dari pengujian mikrofon hingga speaker, tak boleh ada yang salah. “Kalau suara imam kedengeran ga jelas kaya ngebas gitu, nanti ibadah bisa keganggu mas makanya harus dicek yang bener biar besok ibadahnya bisa khusyuk” ujar Warkum sambil menyesuaikan volume.
Menjelang tengah malam, sekitar pukul 22.20 WIB persiapan selesai. Warga yang menyiapkan kegiatan untuk besok mulai beristirahat dan menyimpan tenaganya untuk esok hari. Di beberapa rumah, ibu rumah tangga masih sibuk di dapur untuk memastikan ketupat yang dimasak sudah matang dan opor ayam siap disantap pagi hari nanti. Sementara itu, suara takbir terus berkumandang dan menjadi iringan nyanyian malam yang menemani istirahat warga.
ADVERTISEMENT
Hari Kemenangan yang Dinantikan Telah Tiba
Saat sang surya mulai menampakkan wujudnya, para warga mulai berdatangan ke lapangan mengenakan pakaian terbaik mereka. Tahun ini warna putih mendominasi, melambangkan hati yang bersih menyambut hari kemenangan. Ada yang datang beriringan bersama keluarga, ada pula yang berjalan sendiri dengan wajah penuh harapan. Anak-anak yang masih mengantuk menggandeng tangan orang tua mereka, sementara para remaja saling bercanda sambil berjalan menuju lapangan.
Suasana salat Id dilaksanakan dengan khusyuk dan khidmat tanpa ada gangguan, langit cerah di pagi hari menghadirkan suasana kehangatan di antara para jamaah yang hadir salat Id di lapangan Bancarkembar.
Usai menunaikan salat Id, warga Desa Bancarkembar dan jamaah lainnya kembali ke rumah masing-masing untuk melaksanakan momen yang paling dinanti, bersalaman untuk saling memaafkan yang dilakukan mengelilingi jalan desa. Tangan-tangan saling menjabat, hati saling merendah, menghapus segala salah yang pernah ada. Anak-anak tertawa riang, sementara para orang tua berpelukan erat dengan mata mereka yang berkaca-kaca. Suasana haru bercampur bahagia menjadi satu di jalan tiap RW nya.
ADVERTISEMENT