Konten dari Pengguna

Berawal dari Hobi Ikan Cupang, Hingga Menjadi Asisten Dosen Sekolah Vokasi IPB

Haifi Nalendra
Saya adalah Mahasiswa Program Studi Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University
3 Maret 2025 12:00 WIB
·
waktu baca 5 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Haifi Nalendra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ihsan Fadilah
zoom-in-whitePerbesar
Ihsan Fadilah
ADVERTISEMENT
Ihsan Fadilah merupakan pemuda asal Garut, Jawa Barat, yang telah menempuh perjalanan panjang dalam dunia pendidikan hingga akhirnya menjadi asisten dosen di Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor (IPB). Perjalanannya dimulai dari hobi kecilnya memelihara ikan cupang, yang kemudian membawanya ke dunia perikanan dan akhirnya berkontribusi dalam dunia akademik.
ADVERTISEMENT
Ihsan Fadilah lahir dan besar di Garut, sebuah daerah yang dikenal dengan sektor pertanian dan perikanannya. Sejak kecil, Ihsan sudah menunjukkan ketertarikan pada dunia perikanan, terutama melalui hobinya memelihara ikan cupang. Ketertarikan ini terus berkembang hingga ia memutuskan untuk mengejar pendidikan di bidang perikanan.
Pada tahun 2020, Ihsan mendaftar ke IPB melalui jalur Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI), yang saat itu masih menjadi jalur penerimaan mahasiswa untuk program diploma (D3). Meskipun sebelumnya gagal dalam seleksi SNMPTN dan SBMPTN untuk program sarjana, Ihsan tidak menyerah. Melalui bantuan guru Bimbingan Konseling (BK) di SMA Negeri 15 Garut, ia akhirnya berhasil diterima di program D3 Budidaya Perikanan di Sekolah Vokasi IPB.
Ihsan memulai perkuliahannya di IPB pada masa pandemi COVID-19, di mana seluruh kegiatan belajar mengajar dilakukan secara online. Meskipun menghadapi tantangan belajar daring, Ihsan tetap bersemangat untuk mengejar mimpinya di bidang perikanan.
ADVERTISEMENT
Setelah menyelesaikan program D3, Ihsan dan rekan-rekannya mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Sarjana Terapan (D4) sebagai bagian dari kebijakan elevasi program diploma ke sarjana terapan dari Sekolah Vokasi IPB.
Selama menempuh pendidikan di Sekolah Vokasi IPB, Ihsan memiliki kesempatan untuk mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), sebuah program yang memberikan mahasiswa pengalaman belajar di luar kampus. Ihsan terpilih untuk mengikuti program pengabdian masyarakat di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, selama kurang lebih tiga bulan.
Ihsan dan timnya ditugaskan untuk membantu pengembangan budidaya ikan nila di Pesantren Al-Islam, sebuah pesantren yang memiliki kolam ikan nila namun menghadapi kendala dalam pengelolaannya. Masalah utama yang dihadapi adalah kualitas air yang buruk, dengan kadar amonia yang tinggi, sehingga pertumbuhan ikan tidak optimal. Ihsan dan rekan-rekannya membantu dengan memberikan solusi seperti menambahkan filter untuk memperbaiki kualitas air, memberikan vitamin dan hormon pada pakan ikan agar ikan tumbuh lebih cepat, serta memberikan pelatihan kepada santri tentang manajemen budidaya ikan yang baik. Program ini tidak hanya memberinya pengalaman berharga dalam bidang perikanan, tetapi juga menjadi momen tak terlupakan dalam hidupnya.
ADVERTISEMENT
Salah satu momen yang paling membekas bagi Ihsan selama mengikuti program MBKM adalah pengalaman pertamanya naik pesawat. Sebagai pemuda asal Garut, Jawa Barat, ini merupakan kali pertama baginya untuk bepergian ke luar Pulau Jawa. Ihsan mengungkapkan betapa antusias dan bersemangatnya ia ketika mengetahui bahwa ia akan terbang menuju Kalimantan Selatan. Ihsan menceritakan bagaimana ia bangun sangat pagi, bahkan sebelum subuh, untuk mempersiapkan diri sampai perjalanan dari Bogor ke bandara dan kemudian terbang ke Kalimantan Selatan.
Selama berada di Kalimantan Selatan, Ihsan merasakan adanya perbedaan budaya dan pola kehidupan sehari-hari dibandingkan dengan tempat asalnya. Meskipun biaya hidup di sana relatif lebih mahal dibandingkan di Pulau Jawa, ia menikmati pengalaman baru tersebut. Ihsan juga banyak belajar tentang pentingnya kemampuan beradaptasi dan kerja sama tim, khususnya ketika menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan akses dan sumber daya yang ada di daerah tersebut.
ADVERTISEMENT
Program MBKM tidak hanya memberikan Ihsan pengalaman praktis dalam bidang perikanan, tetapi juga mengajarkannya nilai-nilai pengabdian dan tanggung jawab sosial. Ia merasa bangga dapat berkontribusi langsung dalam membantu masyarakat, khususnya di pesantren yang membutuhkan dukungan dalam pengelolaan budidaya ikan dan peternakan.
Selain itu, program ini juga memberinya 20 SKS yang dikonversi dari kegiatan pengabdian, yang sangat membantu dalam menyelesaikan studinya. Ihsan mengakui bahwa pengalaman ini memperluas wawasannya tentang potensi perikanan di Indonesia, terutama di daerah-daerah terpencil yang memiliki sumber daya melimpah namun masih membutuhkan dukungan dalam pengelolaannya.
Setelah lulus pada tahun 2024, Ihsan memutuskan untuk menjadi asisten dosen di Sekolah Vokasi IPB. Keputusan ini diambil karena ia ingin memanfaatkan waktu luangnya sebelum mencari pekerjaan tetap. Sebagai awalan menjadi asisten dosen, Ihsan membantuk mengajar 2 mata kuliah yaitu teknik pemeliharaan dan pemijahan induk serta manajemen pembenihan ikan hias. Tugasnya meliputi mempersiapkan materi kuliah, mengawasi praktikum, dan menilai tugas mahasiswa.
ADVERTISEMENT
Ihsan mengaku bahwa menjadi asisten dosen memberikannya pengalaman berharga dalam mengajar dan berinteraksi dengan mahasiswa. Ia juga belajar banyak tentang kesabaran dan pendekatan yang tepat dalam menyampaikan materi kepada mahasiswa. Meskipun tantangan terbesarnya adalah menguasai materi yang harus diajarkan, Ihsan harus selalu mempersiapkan diri dengan baik sebelum mengajar.
Inspirasi Ihsan untuk memilih bidang perikanan berasal dari hobi masa kecilnya dan keinginannya untuk berkontribusi dalam pengembangan sektor perikanan di Indonesia, khususnya di daerah asalnya, Garut. Ia percaya bahwa Indonesia memiliki potensi besar di bidang perikanan, dan generasi muda memiliki peran penting dalam mengembangkan industri perikanan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Ihsan berharap agar generasi muda semakin tertarik untuk mempelajari dan mengembangkan bidang perikanan. Ia ingin melihat lebih banyak anak muda yang menjadi wirausaha di bidang perikanan, baik itu dalam budidaya, pengolahan, maupun pemasaran hasil perikanan. Menurutnya, dengan memanfaatkan potensi yang ada, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada impor produk perikanan dan menjadi negara yang mandiri di sektor ini.
ADVERTISEMENT
Melalui semangat dan dedikasinya, Ihsan Fadillah menjadi contoh inspiratif bagi generasi muda yang ingin berkontribusi dalam pengembangan sektor perikanan di Indonesia. Perjalanannya dari hobi ikan cupang hingga menjadi asisten dosen di IPB membuktikan bahwa dengan kerja keras dan tekad yang kuat, cita-cita dapat diraih. Ihsan berharap dapat terus menginspirasi generasi muda untuk terlibat aktif dalam pengembangan potensi perikanan dan pertanian di Indonesia, serta tidak takut untuk mencoba hal-hal baru demi mencapai impian mereka.