Konten Media Partner

Bank Indonesia Dorong Pemda di Kalbar Lakukan Kerja Sama Antar Daerah

12 Maret 2025 10:46 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalbar bersama dengan Fokopimda saat mengadakan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalbar. Foto: Yulia Ramadhiyanti/Hi!Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalbar bersama dengan Fokopimda saat mengadakan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalbar. Foto: Yulia Ramadhiyanti/Hi!Pontianak
ADVERTISEMENT
Hi!Pontianak - Bank Indonesia dorong pemerintah daerah yang ada di Kalimantan Barat untuk lakukan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) agar dapat saling mengisi dalam pemenuhan kebutuhan daerahnya. Hal ini diungkapkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Nur Asyura Anggini Sari usai mengikuti High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalbar yang digelar pada Selasa, 11 Maret 2025.
ADVERTISEMENT
"Kami mendorong supaya masing-masing kabupaten kota melakukan KAD, Kerja sama Antar Daerah. Karena masing-masing wilayah itu miliki potensi yang berbeda-beda sehingga itu bisa menjadi penyangga untuk wilayah lain yang memang tidak menjadi produsennyam," ungkap Anggini.
Anggini bilang, keterlibatan Bumdes juga diperlukan sehingga bisa membantu pendistribusian niaga di daerah yang menjadi produsen, jangan sampai masyarakatnya tidak ikut menikmati hasil produksi dari daerah mereka tersebut.
"Kami juga mendukung untuk bagaimana tersedianya BUMD (Bumdes), terutama untuk tata niaga itu perlu Bumdes, untuk menjadi offtaker dari produsen sehingga wilayah yang sudah menjadi produsen itu seharusnya menikmati produksi-produksi wilayahnya untuk kebutuhan masyarakatnya," tambahnya.
Menurutnya, Bank Indonesia juga akan memfasilitasi perjanjian atau MoU untuk daerah-daerah yang akan melakukan KAD.
ADVERTISEMENT
"Kami juga ada pemetaan kami juga tadi ada matriks antar wilayah, produksi antar wilayah. Kami juga fasilitasi untuk diskusi, untuk memfaslitasi bagaimana nanti perjanjian atau pun MoU-nya akan dibantu oleh Bank Indonesia," ujarnya.