Konten Media Partner

Donata Krisantus Gencarkan Edukasi untuk Cegah Perkawinan Anak di Kalbar

2 April 2025 14:28 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ketua Bidang Pokja I Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kalimantan Barat, Donata Krisantus. Foto: Alycia Tracy Nabila/Hi!Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Bidang Pokja I Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kalimantan Barat, Donata Krisantus. Foto: Alycia Tracy Nabila/Hi!Pontianak
ADVERTISEMENT
Hi!Pontianak – Ketua Bidang Pokja I Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kalimantan Barat, Donata Krisantus mendorong upaya pencegahan perkawinan anak melalui sosialisasi. Langkah ini merupakan bagian dari program kerja jangka pendek, khususnya program 100 hari kerja di TP PKK Kalimantan Barat.
ADVERTISEMENT
"Ini juga sudah dimasukkan di dalam program PKK, untuk membangunkan gerak dan cegah perkawinan dini. Memang perlu untuk memberikan edukasi kepada anak-anak yang ada, seperti di lapas, di sekolah-sekolah, termasuk keluarga," kata Donata.
Catatan Badan Pusat Statistik serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kalimantan Barat menyebutkan angka perkawinan anak di Kalbar semakin menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2024, tercatat 1.749 kasus perkawinan anak, yang mana angka ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 10.477 kasus.
Meski demikian, pemberian edukasi tetap harus konsisten dilakukan kepada pihak keluarga maupun anak, baik anak sekolah atau putus sekolah sebagai upaya pencegahan perkawinan usia dini. Selain itu, pendampingan dan pemberdayaan perekonomian juga perlu dilakukan bagi anak-anak yang sudah menikah.
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut, Donata juga menjelaskan program lainnya yang akan dilaksanakan TP PKK Kalimantan Barat, yakni Penghayatan dan Pengamalan Pancasila, Keluarga Indonesia Anti Trafficking (KIAT), Keluarga Indonesia Sehat Tanpa Narkoba (KRISAN), Keluarga Indonesia Sadar Administrasi atau Kependudukan (KISAK), Keluarga Indonesia Sejahtera dan Harmonis (KISAH), Pembinaan Kesadaran Bela Negara, Warga Sadar Hukum, Menumbuhkan Sikap Kesetiakawanan Sosial, serta Meningkatkan Ketakwaan dan Keimanan kepada Tuhan yang Maha Esa.