Konten dari Pengguna

Menjelajahi Yellowstone dengan Aman: Manajemen Risiko di Destinasi Wisata Alam

Horasi Parada Banestota
Mahasiswa aktif Program Studi Manajemen Bisnis Pariwisata, Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia
25 Maret 2025 12:11 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Horasi Parada Banestota tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Taman Nasional Yellowstone. Foto oleh Pixabay dari Pexels: https://www.pexels.com/id-id/foto/badan-air-dikelilingi-pegunungan-220032/
zoom-in-whitePerbesar
Taman Nasional Yellowstone. Foto oleh Pixabay dari Pexels: https://www.pexels.com/id-id/foto/badan-air-dikelilingi-pegunungan-220032/
Taman Nasional Yellowstone, taman nasional pertama di dunia yang didirikan pada 1 Maret 1872, membentang di tiga negara bagian Amerika Serikat: Wyoming, Montana, dan Idaho. Dengan luas sekitar 8.983 km², Yellowstone menampilkan ekosistem unik yang terdiri dari hutan, sungai, danau, serta fitur geotermal spektakuler seperti geyser Old Faithful dan Grand Prismatic Spring. Selain pesonanya, taman ini juga memiliki sejarah panjang dalam konservasi satwa liar, termasuk keberhasilan rehabilitasi bison Amerika yang hampir punah.
ADVERTISEMENT
Namun, di balik keindahannya, Yellowstone menyimpan berbagai risiko alam yang dapat mengancam keselamatan pengunjung dan kelestarian taman. Aktivitas geotermal ekstrem, potensi letusan supervolcano, serta ancaman banjir dan longsor adalah beberapa tantangan utama yang memerlukan manajemen risiko yang ketat. Artikel ini akan mengupas potensi bahaya di Yellowstone, strategi mitigasi yang diterapkan oleh pemerintah, serta langkah-langkah yang bisa dilakukan wisatawan untuk menjaga keselamatan mereka.
Ledakan Hidrotermal di Taman Nasional Yellowstone, Juli 2024. Foto oleh Pixabay: https://www.pexels.com/id-id/foto/geyser-dengan-latar-belakang-lapangan-hijau-371667/

Ancaman Alam di Yellowstone

Yellowstone merupakan rumah bagi lebih dari 10.000 fitur geotermal, termasuk geyser, mata air panas, dan fumarol. Keunikan ini memberikan daya tarik luar biasa tetapi juga menimbulkan ancaman serius. Ledakan hidrotermal akibat air super panas yang terperangkap di bawah permukaan dapat terjadi secara tiba-tiba, melontarkan uap dan material panas ke udara. Mata air panas di Yellowstone bahkan bisa mencapai suhu lebih dari 90°C, yang berisiko menyebabkan luka bakar fatal bagi pengunjung yang tidak berhati-hati.
Ledakan Hidrotermal di Taman Nasional Yellowstone (Foto oleh Denitsa Kireva: https://www.pexels.com/id-id/foto/pemandangan-lanskap-lansekap-sumber-air-panas-5039789/
Selain itu, Yellowstone berada di atas supervolcano yang memiliki kaldera besar dan berpotensi menimbulkan bencana global jika meletus. Walaupun peluang letusan dalam waktu dekat sangat kecil, dampaknya bisa mencakup gangguan iklim global, penyebaran abu vulkanik hingga ribuan kilometer, serta gempa bumi akibat aktivitas magma yang dapat merusak infrastruktur di dalam taman nasional dan sekitarnya.
ADVERTISEMENT
Banjir dan longsor juga menjadi ancaman nyata di Yellowstone. Pada Juni 2022, taman ini mengalami banjir bandang yang menghancurkan infrastruktur dan memaksa evakuasi lebih dari 10.000 pengunjung. Kombinasi curah hujan tinggi dan pencairan salju yang cepat menjadi penyebab utama bencana ini, mengakibatkan kerusakan jalan, jembatan, serta menutup jalur wisata utama.
Sisa-sisa pepohonan dari hutan area Taman Nasional Yellowstone beberapa hari setelah terjadi banjir bandang, Juni 2024. Foto dari https://www.shutterstock.com/id/image-photo/trees-flood-2022-yellowstone-national-park-2462410881

Strategi Mitigasi oleh Pemerintah

Pemerintah Amerika Serikat, melalui National Park Service (NPS) dan United States Geological Survey (USGS), telah menerapkan berbagai strategi mitigasi untuk mengurangi risiko di Yellowstone. Sistem pemantauan seismik dan geotermal yang menggunakan seismometer dan sensor deformasi tanah membantu mendeteksi perubahan aktivitas vulkanik dan geotermal. Selain itu, edukasi pengunjung melalui papan peringatan, brosur informasi, dan pemandu wisata menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesadaran wisatawan terhadap bahaya yang ada.
ADVERTISEMENT
Dalam menghadapi risiko bencana, pembangunan infrastruktur tahan bencana juga menjadi prioritas. Setelah banjir besar tahun 2022, pemerintah melakukan rekonstruksi jembatan dan sistem drainase yang lebih baik. Selain itu, simulasi bencana rutin dan sistem peringatan dini diterapkan untuk memastikan evakuasi cepat dan efektif jika terjadi ancaman serius.

Langkah Keselamatan bagi Wisatawan

Bagi wisatawan, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga keselamatan selama berada di Yellowstone. Selalu tetap berada di jalur resmi dan jangan berjalan di luar jalur, terutama di area geotermal yang rawan kecelakaan. Mematuhi rambu dan peringatan sangat penting, terutama di sekitar geyser dan mata air panas. Sebelum berkunjung, periksa prakiraan cuaca dan persiapkan peralatan yang sesuai untuk mengantisipasi perubahan kondisi ekstrem. Jika terjadi gempa bumi atau peringatan bencana, segera ikuti instruksi petugas taman untuk evakuasi yang aman.
ADVERTISEMENT

Kesimpulan

Manajemen risiko di Taman Nasional Yellowstone membutuhkan pendekatan multidisiplin yang menggabungkan teknologi pemantauan, edukasi publik, serta pengembangan infrastruktur yang tangguh. Dengan strategi mitigasi yang efektif, Yellowstone dapat tetap menjadi destinasi wisata yang aman dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. Kesadaran wisatawan dan kepatuhan terhadap peraturan keselamatan juga memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan antara eksplorasi dan perlindungan lingkungan.
Referensi
ADVERTISEMENT