Konten dari Pengguna

Ekspedisi Nusantara, KKL Arsitektur UMS Jelajahi Minangkabau

Universitas Muhammadiyah Surakarta
Your Future Starts Here Mencerahkan Unggul Mendunia
6 Maret 2025 14:38 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Universitas Muhammadiyah Surakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Mahasiswa KKL 2025 melakukan penguruan dan pendataan material Rumah Gadang. Foto Humas UMS
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa KKL 2025 melakukan penguruan dan pendataan material Rumah Gadang. Foto Humas UMS
ADVERTISEMENT
Program Studi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL), yang kali ini bertajuk “Ekspedisi Nusantara”. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa tentang keberagaman arsitektur Nusantara dan penerapannya dalam arsitektur masa depan.
ADVERTISEMENT
KKL 2025 ini dilaksanakan pada 17-23 Februari 2025, dengan mengunjungi berbagai baik di dalam maupun luar negeri. Melalui tema Ekspedisi Nusantara, mahasiswa semester 6 Program Studi Arsitektur UMS diberi kesempatan untuk mendalami berbagai bentuk arsitektur tradisional Indonesia, khususnya yang berkembang di wilayah Minangkabau. Kegiatan ini didampingi oleh dosen-dosen Arsitektur UMS, salah satunya adalah Dr. Ir. Dhani Mutiari, M.T., yang turut serta mendampingi 16 mahasiswa dalam perjalanan ini.
Mahasiswa KKL 2025 berfoto di depan rumah gadang yang masih dihuni. Foto Humas UMS
Selama perjalanan, mahasiswa mengunjungi berbagai lokasi penting, antara lain Nagari Pariangan, Universitas Bung Hatta (UBH), Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Kota Tua Padang, Museum Adityawarman, dan Istano Baso Pagaruyung. Destinasi-destinasi ini dipilih untuk memberikan pemahaman langsung tentang arsitektur tradisional Minangkabau yang khas, sekaligus bagaimana penerapannya dalam konteks arsitektur modern.
ADVERTISEMENT
Salah satu lokasi utama yang dikunjungi adalah Nagari Pariangan, yang dikenal sebagai salah satu desa tertua di Minangkabau. Nagari ini memiliki rumah gadang yang mencerminkan keindahan dan keunikan arsitektur tradisional Minangkabau.
“Melalui kunjungan ini, mahasiswa tidak hanya belajar mengenai arsitektur, tetapi juga bagaimana budaya lokal tetap dipertahankan dalam perkembangan arsitektur modern.” ujar Dosen Arsitektur UMS, Kamis (6/3).
Dhani Mutiari menyampaikan, KKL ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mempelajari langsung bagaimana nilai-nilai budaya dan tradisi lokal dapat diaplikasikan dalam perkembangan arsitektur modern, yang inovatif dan berkelanjutan pada masa mendatang” tegasnya.
Dengan adanya KKL ini, diharapkan mahasiswa Arsitektur UMS tidak hanya memahami dan menghargai arsitektur tradisional Nusantara, tetapi juga mampu mengintegrasikan konsep-konsep tersebut dalam desain arsitektur yang inovatif dan berkelanjutan di masa depan.
ADVERTISEMENT
Masyarakat Nagari Pariangan (Umayum) menjelaskan bahwa rumah gadang di wilayah mereka memiliki ciri khas dengan pintu masuk yang terletak di tengah, berbeda dengan rumah gadang di daerah lain. Nagari Pariangan juga terkenal dengan keberadaan rumah gadang 5 ruang milik suku Dalimo Singkek, yang masih dilengkapi dengan rangkiang lengkap, yaitu Rangkiang Sitinjau Lauik, Rangkiang Si Tangguang Lapa, dan Rangkiang Kaciak.
Bagi peserta KKL, Clara Desinta pengalaman ini sangat berharga dalam memperdalam pemahaman mereka mengenai arsitektur tradisional.
“Melihat dan mempelajari langsung konstruksi rumah gadang, serta cara masyarakat Minang menjaga warisan budaya mereka, memberikan wawasan yang sangat berarti, yang tidak bisa didapatkan hanya dari buku atau kelas.” ungkapnya.
Melalui Ekspedisi Nusantara, mahasiswa Arsitektur UMS mendapatkan kesempatan berharga untuk mendalami arsitektur tradisional Minangkabau. Kegiatan ini tak hanya memperkaya wawasan mereka, tetapi juga memberikan pemahaman tentang pentingnya melestarikan budaya lokal dalam dunia arsitektur masa depan. (Al/Humas)
ADVERTISEMENT