Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Dedikasi Guru Perantau Di Jabodetabek: Bekerja Dengan Cinta
29 Maret 2025 17:23 WIB
·
waktu baca 5 menitTulisan dari Donatus Juito Ndasung tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Sejak 2020, saya memulai bekerja atau berkarier sebagai guru di salah satu sekolah swasta di daerah Bekasi. Saya adalah salah satu guru perantau asal Manggarai, Flores NTT. Sejak saat itu saya mulai memperhatikan atau mengamati keberadaan guru-guru perantau lain yang berkarya di daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi atau lebih dikenal dengan singkatan (Jabodetabek). Guru perantau yang sama amati, sebagian besar mengabdi di sekolah-sekolah swasta berbasis agama baik Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Budha, maupun Konghucu.
ADVERTISEMENT
Saya meninggalkan kampung halaman, dengan tujuan menjadi guru di ibu kota mendidik dan mencerdaskan anak-anak bangsa. Selain untuk mendidik, tentunya mencari kehidupan yang lebih baik. Perjalanan menjadi guru rantau tidaklah mudah, ada begitu banyak tantangan yang mesti dihadapai. Mulai dari adaptasi bahasa, kultur, lingkungan, juga sistem pendidikan yang berbeda dari yang saya kenal sebelumnya.
Tantangan dan rintangan tidak menyulutkan semangat untuk memberikan yang terbaik bagi pendidikan di tempat saya mengabdi. Dalam beraktivitas di sekolah, saya menghadapi berbagai rintangan. Namun, dengan tekad dan semangat yang membara untuk mewujudkan generasi muda yang cerdas dan bertanggug jawab, tentunya membutuhkan kerja-kerja profesionalitas yang tinggi.
Saya rela meninggalkan zona nyaman di kampung halaman untuk sebuah tujuan yang mulia, yaitu membagi ilmu yang telah di peroleh dari perguruan tinggi. Tidak hanya sekadar membagi ilmu atau mengajar di depan kelas lalu pulang, tetapi memberikan nilai-nilai kehidupan bagi peserta didik (teladan, motivator, dan inspirasi). Keberadaan guru perantau di sekolah-sekolah swasta di Jabodetabek yang saya amati ini, menjadi bukti bahwa pendidikan adalah modal dasar dalam membangun manusia Indonesia yang cerdas dan berkarakter.
ADVERTISEMENT
Guru Perantau Memiliki Keunggulan
Dari pelbagai hal, guru perantau memiliki banyak keahlian dan kompetensi. Salah satu hal konkret dari keahlian tersebut ialah berani mengambil keputusan meninggalkan zona nyaman untuk mengadu nasib di tengah persaingan kerja di kota yang begitu sulit. Tentu talenta mengajar tidak usah ditanyakan lagi, guru perantau sangat adaptif dan edukatif mengembangkan kemampuannya untuk diterapkan kepada peserta didik dan lingkungan kerja.
Guru perantau tentu membawa bekal kompetensi yang cukup dan skill yang baik, hal itu tampak pada proses kreatif dalam hal pengajaran yang sangat inovatif dengan menggunakan teknologi, mengajar sesuai kebutuhan dan kondisi peserta didik di sekolah. Kehadiran guru perantau tidak hanya sekadar mengisi lowongan pekerjaan yang disebarkan oleh yayasan berbasis agama tersebut, tetapi benar-benar memberdayakan kemampuan yang mereka miliki dalam mendidik untuk mencerdaskan anak bangsa. Lebih daripada itu, mereka hadir untuk memperkaya wawasan dan kualitas pendidikan dengan cara-cara modern dan releven dengan zaman.
ADVERTISEMENT
Guru perantau yang saya amati memiliki komunitas masing-masing, baik sebagai satu almamater kampus, maupun berdasarkan daerah. Sehingga, dapat saling mengenal dan berbagi pengalaman mengajar. Seperti saya, memiliki komunitas alumni kampus. Guru perantau ini umumnya datang dari luar Pulau Jawa, meskipun adapula dari Bandung, Jawa Tengah (Jogja, Klaten, Solo, dan sekitarnya), Jawa Timur, namun ada dari Lampung dan Sumatra Umumnya, Bali, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan beberapa dari Kalimantan. Dari berbagai latar belakang daerah dan suku di atas, menjadikan guru perantau memiliki kompetensi adaptasi yang tinggi. Sungguh pengabdian yang luar biasa, bekerja penuh dengan cinta. Kerennya lagi, guru perantau ini tidak hanya sekadar menyampaikan materi pembelajaran, tetapi membentuk karakter dan menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada peserta didik.
ADVERTISEMENT
Pengabdian dan dedikasi para guru perantau menggambarkan secara nyata totalitas mereka dalam bekerja untuk menyiapkan generasi bangsa yang unggul dan berprestasi. Mungkin inilah yang dinamakan panggilan jiwa, karena tidak mudah menjadi guru perantau apalagi di daerah ibu kota negara dan sekitarnya. Tidak kuat secara mental, pasti dengan sendirinya akan terpental.
Guru Perantau Inspirasi Tak Ternilai
Berkat berkarya dalam bidang pendidikan, banyak inspirasi lahir atas dedikasi guru perantau. Mereka membuktikan bahwa guru dari daerah bisa memberikan pendidikan terbaik di ibu kota negara dan sekitarnya. Tidak hanya itu, kehadiran guru perantau dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan dunia pendidikan di tempat mereka mengabdi.
ADVERTISEMENT
Keberhasilan guru perantau dalam beradaptasi di lingkungan baru, memberikan warna tertentu bagi teman-teman sejawat dan komunitas pendidikan. Kehadiran guru perantau diperhitungkan keberadaannya. Dari apa yang saya amati, beberapa guru perantau di beberapa sekolah memegang jabatan tertentu seperti wakasek, kepala sekolah, bahkan ada yang bergabung dengan yayasan. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan guru perantau membawa dampak signifikan bagi sekolah.
Salah satu adagium kuno yang mungkin dapat menggambarkan kemampuan adaptasi guru perantau adalah, "Di mana bumi di pijak, di situ langit dijunjung". Mungkin nilai-nilai dari peribahasa inilah yang mereka terapkan, sehingga dapat diterima di tempat tujuan mereka berkarya. Diharapkan keunggulan ini dapat memberi daya kekuatan untuk terus terlibat aktif dalam proses pembelajaran di kelas sehingga dapat mencapai tujuan yang optimal.
ADVERTISEMENT
Pengorbanan guru perantau di daerah Jabodetabek layak diapresiasi, pengabdian mereka penuh cinta dan kesetiaan dalam melayani. Semoga dedikasi guru perantau terus menginspirasi generasi berikutnya.***