Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
5 Contoh Jaring-Jaring Balok dan Pengertiannya
3 April 2025 9:06 WIB
·
waktu baca 8 menitTulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Menilik contoh jaring-jaring balok adalah salah satu cara yang efektif untuk memahami bentuk dan struktur balok.
ADVERTISEMENT
Dengan menggambarkan jaring-jaring balok, seseorang dapat memvisualisasikan bagaimana balok terbentuk dari persegi panjang yang disusun dalam dua dimensi.
Pembahasan lebih lanjut mengenai contoh jaring-jaring balok akan mengungkap berbagai unsur dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.
Pengertian Balok
Mengutip dari uptdsmpn3bangkalan.sch.id, balok adalah bangun ruang yang memiliki tiga pasang sisi yang saling sejajar dan berlawanan. Setiap pasang sisi ini memiliki ukuran yang sama.
Tiga pasang sisi ini adalah dua sisi yang berbentuk persegi panjang, dua sisi lainnya juga persegi panjang, tetapi memiliki ukuran yang berbeda, dan satu sisi terakhir yang merupakan alas balok.
Balok dapat dibentuk dari kombinasi persegi panjang dan kubus, yang memiliki panjang, lebar, dan tinggi yang berbeda.
Dalam Matematika, balok merupakan salah satu bangun ruang yang sering digunakan untuk memperkenalkan konsep volume, luas permukaan, dan jaring-jaring bangun ruang.
ADVERTISEMENT
Unsur-Unsur Balok
Untuk memahami contoh jaring-jaring balok dengan baik, seseorang perlu mengetahui unsur-unsur yang membentuk balok. Ada tiga unsur utama yang membentuk balok, yaitu:
1. Rusuk
Rusuk adalah garis yang menghubungkan dua titik sudut pada balok. Setiap rusuk merupakan bagian dari struktur balok yang memberikan kekuatan dan stabilitas pada bangun ruang ini.
Balok memiliki 12 rusuk yang terbagi menjadi tiga kelompok berdasarkan panjangnya.
Kelompok pertama adalah rusuk panjang, yang menghubungkan dua sisi panjang balok. Kelompok kedua adalah rusuk lebar, yang menghubungkan dua sisi lebar balok. Kelompok terakhir adalah rusuk tinggi, yang menghubungkan dua sisi tinggi balok.
Masing-masing kelompok rusuk ini memiliki panjang yang sama dalam satu grup, tetapi panjangnya berbeda antar kelompok. Dengan demikian, ada empat rusuk panjang, empat rusuk lebar, dan empat rusuk tinggi.
ADVERTISEMENT
Keberadaan rusuk-rusuk ini tidak hanya menentukan bentuk balok, tetapi juga menjadi kunci dalam menghitung volume dan luas permukaan balok.
2. Sisi
Sisi balok adalah bidang datar yang membentuk dinding-dinding balok. Balok memiliki enam sisi yang terdiri dari tiga pasang sisi yang identik.
Setiap sisi balok berbentuk persegi panjang, dengan dua sisi yang memiliki panjang dan lebar yang sama, dua sisi lainnya memiliki panjang dan tinggi yang sama, dan dua sisi lagi memiliki lebar dan tinggi yang sama.
Sisi-sisi ini saling berhadapan dan membatasi ruang balok dari semua arah. Keberadaan setiap sisi ini membuat balok terlihat terstruktur, dengan setiap sisi membatasi ruang dalam balok dan memberikan bentuk yang jelas.
Setiap sisi memainkan peran dalam perhitungan luas permukaan balok, yang diperoleh dengan menjumlahkan luas dari semua sisi yang ada.
ADVERTISEMENT
3. Titik Sudut
Titik sudut adalah titik yang terbentuk ketika dua rusuk bertemu. Sebuah balok memiliki delapan titik sudut, yang terletak di pertemuan antara tiga rusuk yang berbeda.
Titik sudut ini terdiri dari empat sudut di bagian atas balok dan empat sudut di bagian bawah balok. Setiap titik sudut ini merupakan hasil pertemuan dari satu rusuk panjang, satu rusuk lebar, dan satu rusuk tinggi.
Titik-titik sudut ini sangat penting dalam memvisualisasikan dan menggambarkan balok secara tiga dimensi.
Tanpa titik sudut, balok akan kehilangan bentuknya yang terdefinisi dengan baik, karena titik sudut ini memberikan orientasi pada setiap sisi dan rusuk balok.
Dengan memahami ketiga unsur utama ini, yaitu rusuk, sisi, dan titik sudut, seseorang akan lebih mudah untuk memahami konsep dan struktur balok, termasuk dalam menyusun jaring-jaring balok.
ADVERTISEMENT
Ketiga komponen ini bekerja sama untuk membentuk sebuah balok yang memiliki bentuk yang jelas, terstruktur, dan mudah dihitung volumenya.
Penggunaan Jaring-Jaring Balok dalam Kehidupan Sehari-hari
Contoh penggunaan jaring-jaring balok dapat ditemukan dalam berbagai benda di sekitar. Misalnya, kotak sepatu, kotak kardus, atau kotak penyimpanan barang lainnya.
Setiap benda tersebut bisa digambarkan sebagai balok dengan jaring-jaring yang menggambarkan bagaimana bentuk balok dapat dibentuk dengan menggabungkan sisi-sisi datar.
Salah satu cara untuk menggambarkan jaring-jaring balok adalah dengan membayangkan sebuah balok yang dipecah menjadi enam persegi panjang datar yang saling terhubung.
Sisi-sisi tersebut akan membentuk struktur balok saat dipasang bersama-sama, mirip dengan cara seseorang merakit kotak atau wadah.
Contoh Soal Balok dan Jaring-Jaringnya
Untuk lebih memahami jaring-jaring balok, mari pelajari contoh soal yang melibatkan penghitungan volume dan luas permukaan balok.
ADVERTISEMENT
Misalnya, sebuah balok memiliki panjang 8 cm, lebar 5 cm, dan tinggi 10 cm. Pengguna dapat menghitung volume balok dengan rumus:
Contoh Soal 1: Menentukan Volume Balok
Sebuah balok memiliki panjang 12 cm, lebar 8 cm, dan tinggi 6 cm. Tentukan volume balok tersebut!
Pembahasan:
Untuk menghitung volume balok, kita dapat menggunakan rumus berikut:
volume = panjang × lebar × tinggi
Diketahui:
Panjang = 12 cm
Lebar = 8 cm
Tinggi = 6 cm
Maka:
volume = 12 cm × 8 cm × 6 cm
volume = 576 cm³
Jadi, volume balok tersebut adalah 576 cm³.
Contoh Soal 2: Menghitung Luas Permukaan Balok
Sebuah balok memiliki panjang 10 cm, lebar 5 cm, dan tinggi 4 cm. Hitung luas permukaan balok!
Pembahasan:
Untuk menghitung luas permukaan balok, rumus yang digunakan adalah:
ADVERTISEMENT
luas permukaan = 2 × (panjang × lebar + panjang × tinggi + lebar × tinggi)
Diketahui:
Panjang = 10 cm
Lebar = 5 cm
Tinggi = 4 cm
Maka:
luas permukaan = 2 × (10 cm × 5 cm + 10 cm × 4 cm + 5 cm × 4 cm)
luas permukaan = 2 × (50 + 40 + 20)
luas permukaan = 2 × 110
luas permukaan = 220 cm²
Jadi, luas permukaan balok tersebut adalah 220 cm².
Contoh Soal 3: Menyusun Jaring-Jaring Balok
Sebuah balok memiliki panjang 6 cm, lebar 4 cm, dan tinggi 3 cm. Buatlah jaring-jaring balok tersebut!
Pembahasan:
Untuk membuat jaring-jaring balok, kita perlu menggambar enam sisi balok yang berbentuk persegi panjang. Jaring-jaring balok dapat dibentuk dengan meletakkan sisi-sisi balok tersebut secara datar, yaitu:
ADVERTISEMENT
Dua sisi dengan panjang 6 cm dan lebar 4 cm (sisi depan dan belakang).
Dua sisi dengan panjang 6 cm dan tinggi 3 cm (sisi kiri dan kanan).
Dua sisi dengan lebar 4 cm dan tinggi 3 cm (sisi atas dan bawah).
Cara menyusunnya:
Letakkan dua persegi panjang dengan panjang 6 cm dan lebar 4 cm berdampingan. Ini akan menjadi sisi depan dan belakang.
Tambahkan dua persegi panjang dengan panjang 6 cm dan tinggi 3 cm di sampingnya, ini akan menjadi sisi kiri dan kanan.
Letakkan dua persegi panjang dengan lebar 4 cm dan tinggi 3 cm di bagian atas dan bawah dari jaring-jaring tersebut.
Dengan cara ini, jaring-jaring balok akan terlihat seperti bentuk yang dapat dilipat menjadi balok dengan ukuran panjang 6 cm, lebar 4 cm, dan tinggi 3 cm.
ADVERTISEMENT
Contoh Soal 4: Menentukan Titik Sudut Balok
Sebuah balok memiliki panjang 7 cm, lebar 5 cm, dan tinggi 3 cm. Tentukan jumlah titik sudut balok tersebut!
Pembahasan:
Sebuah balok selalu memiliki 8 titik sudut, yang terbentuk dari pertemuan tiga rusuk yang berbeda, yaitu rusuk panjang, lebar, dan tinggi. Meskipun ukuran panjang, lebar, dan tinggi balok berbeda-beda, jumlah titik sudut balok tetap 8 titik.
Jadi, balok ini memiliki 8 titik sudut.
Contoh Jaring-Jaring Balok
Berikut adalah berbagai contoh jaring-jaring balok yang dapat dilihat.
Perbedaan Jaring-Jaring Balok dengan Jaring-Jaring Bangun Ruang Lain
Jaring-jaring balok dan jaring-jaring bangun ruang lainnya memiliki perbedaan yang cukup signifikan, baik dalam bentuk maupun cara penyusunannya.
ADVERTISEMENT
Jaring-jaring balok terdiri dari enam sisi persegi panjang yang saling terhubung. Setiap sisi berpasangan dengan ukuran yang sama, dan setiap pasang sisi berlawanan satu sama lain.
Proses penyusunan jaring-jaring balok cukup mudah karena hanya melibatkan persegi panjang dengan ukuran yang bervariasi, yaitu panjang, lebar, dan tinggi yang berbeda-beda.
Sementara itu, jaring-jaring kubus lebih sederhana karena terdiri dari enam sisi yang semuanya berbentuk persegi dengan ukuran yang sama.
Karena sisi-sisinya identik, penyusunan jaring-jaring kubus menjadi lebih mudah dan tidak perlu memperhitungkan perbedaan ukuran antara sisi-sisinya, seperti pada balok.
Kubus hanya membutuhkan enam sisi persegi yang bisa disusun dengan cara yang lebih bebas untuk membentuk bangun ruang tiga dimensi.
ADVERTISEMENT
Jaring-jaring prisma, baik prisma segitiga, segi empat, maupun bentuk lainnya, memiliki sisi-sisi yang lebih bervariasi.
Sebagai contoh, jaring-jaring prisma segitiga terdiri dari dua segitiga sebagai alas dan atap, serta tiga sisi persegi panjang yang menghubungkan kedua segitiga tersebut.
Setiap jenis prisma memiliki jumlah sisi persegi panjang yang berbeda, tergantung pada jumlah sisi pada poligon alasnya. Oleh karena itu, penyusunan jaring-jaring prisma lebih rumit dibandingkan dengan balok dan kubus.
Pada limas, jaring-jaringnya terdiri dari sebuah poligon sebagai alas dan beberapa sisi segitiga yang bertemu di satu titik puncak. Jaring-jaring limas sangat bergantung pada jumlah sisi pada alas poligon.
Misalnya, limas segi empat akan memiliki empat sisi segitiga yang menghubungkan ke puncak, sementara limas segitiga hanya memiliki tiga sisi segitiga.
ADVERTISEMENT
Penyusunan jaring-jaring limas memerlukan ketelitian agar sisi-sisi segitiga tersebut bisa menyatu dengan benar pada titik puncak.
Terakhir, piramida, yang serupa dengan limas, juga memiliki alas berbentuk poligon dan sisi-sisi segitiga yang bertemu di puncak.
Namun, piramida biasanya lebih dikenal dengan bentuk alas yang lebih sering berbentuk segi empat, seperti piramida Mesir.
Seperti halnya limas, jaring-jaring piramida membutuhkan lebih banyak sisi segitiga yang harus disusun dengan cermat untuk membentuk piramida tiga dimensi yang sempurna.
Perbedaan utama antara jaring-jaring balok dan bangun ruang lainnya terletak pada jenis sisi yang digunakan dan cara penyusunannya, yang mempengaruhi kompleksitas dan kejelasan dalam membentuk bangun ruang tersebut.
Sebagai kesimpulan, contoh jaring-jaring balok dapat membantu dalam memahami struktur tiga dimensi dan mempermudah pembuatan model balok dengan benar. (Khoirul)
ADVERTISEMENT