Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Bos Mal Ungkap Pemangkasan Anggaran Pemerintah Mulai Terasa di Industri Ritel
14 Maret 2025 14:47 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
"Tetapi ujung-ujungnya nanti akan berdampak terhadap retail. Dan sebetulnya sekarang sudah mulai terasa hal tersebut," kata Alphonzus dalam acara BINA Diskon Lebaran 2025 di Lippo Mal Nusantara, Jakarta, Jumat (14/3).
Oleh karena itu, APPBI mensupport sepenuhnya program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Diskon Lebaran 2025 yang digelar pada tanggal 14-30 Maret 2025, diikuti oleh 80.000 gerai ritel yang tersebar di 402 pusat perbelanjaan seluruh RI.
Dengan aktivitas ini, dia berharap daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah bisa menunjukkan taringnya kembali.
"Jadi mulai besok akan terjadi puncak penjualan sampai dengan nanti minggu depan. Karena setelah itu masyarakat akan mulai sibuk dengan mudik begitu. Jadi saya kira ini momen yang kita harapkan bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin bagi masyarakat untuk bisa berbelanja," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
Menurut Alphonzus, kategori belanja yang mendominasi sebelum Idul fitri atau saat Ramadan adalah produk nonmakanan dan minuman. Setelah Idul fitri, tren berbelanja akan berubah lagi ke produk makanan, minuman, dan hiburan.
"Tapi saya kira akan tetap tumbuh [daya beli], tapi kembali lagi tidak akan signifikan pertumbuhannya," kata Alphonzus kepada wartawan.
Pola Belanja Masyarakat Bakal Berubah di Tahun Ini
Alphonzus menerangkan pola belanja masyarakat ada di puncaknya terjadi saat periode Ramadan, Idulfitri, Natal dan Tahun Baru. Namun, setelah periode tersebut biasanya pola belanja bakal berubah masuk ke low season.
"Karena Ramadan dan Idul Fitrinya datang lebih awal. Jadi low season itu selalu terjadi setelah Idul Fitri sampai dengan Natal tahun baru, nah jarak ini semakin panjang," imbuh dia.
ADVERTISEMENT
Yang menjadi pembeda, di tahun ini celah jarak antara high season dengan low season dinilai sangat panjang. Maka dari itu, menurut Alphonzus dibutuhkan geliat program yang berkelanjutan dari pemerintah agar daya beli masyarakat tetap terdongkrak naik.
"Polanya seperti itu. Nah tahun lalu low xi-nya dalam. Dalam pengertian karena daya beli masyarakat menurun kan, sehingga betul-betul low season-nya luar biasa tahun lalu," ucap Alphonzus.
Katanya, saat ini daya beli masyarakat sudah mulai pulih meskipun belum sepenuhnya normal. Sebagai pengisi celah tersebut, pemerintah bakal melanjutkan program BINA Diskon Back To School dan pada awal kuartal III 2025 yang mengangkat tema HUT Kemerdekaan RI.
"Tetapi saya kira tidak cukup hanya itu. Nah nanti setiap wilayah dan setiap mal juga akan diminta untuk banyak membuat kegiatan. Selain yang tadi, yang nasional tadi," lanjut ia.
ADVERTISEMENT