Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Bursa Saham AS Roboh karena Trump, IHSG Dibayangi Suspen Sementara Usai Libur
4 April 2025 16:20 WIB
·
waktu baca 3 menit
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Bursa saham Asia juga kemarin terjungkal. Semua indeks merah karena sentimen Trump.
Di sisi lain, bursa saham Indonesia masih libur. Bursa Efek Indonesia (BEI) baru akan dibuka lagi pada Selasa (8/4) usai libur Nyepi dan Lebaran selama 7 hari.
Head of Research NH Korindo Sekuritas Indonesia, Ezaridho Ibnutama memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot dan berada di kisaran 6.000-5.800 pada pembukaan Selasa nanti karena sentimen Trump.
Dia mengungkapkan, penerapan tarif impor dapat menjadi tekanan tambahan bagi IHSG, yang sebelumnya sudah menghadapi sentimen negatif dari perlambatan ekonomi global dan ketidakpastian kebijakan moneter. Pasar kini mencermati dampaknya terhadap sektor-sektor berbasis ekspor, terutama industri manufaktur, tekstil, elektronik, dan otomotif.
ADVERTISEMENT
“Kami melihat ini sebagai dorongan besar pertama menuju era baru perdagangan global yang mengalihkan fokus dari China sebagai pusat manufaktur dan perdagangan ke AS. Risiko potensial dari tarif timbal balik ini adalah kemungkinan kerja sama antara negara-negara yang terdampak untuk membentuk blok perdagangan bebas,” katanya saat dihubungi kumparan.
Berpotensi Disetop Sementara (Trading Halt)
Di samping itu, tekanan terhadap IHSG semakin besar seiring keluarnya modal asing, yang juga terjadi di bursa saham global. Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, mengatakan IHSG berpotensi tertekan, meski sejumlah emiten sudah melakukan buyback saham.
“Buyback belum cukup menahan aliran modal asing yang keluar. Tekanan IHSG juga terkait proyeksi berkurangnya laba emiten sepanjang tahun akibat tarif Trump. Ini S&P sudah anjlok 4,84 persen sehari, Nasdaq 5,97 persen di hari yang sama. US Treasury tenor 10 tahun naik 0,34 persen,” kata Bhima.
ADVERTISEMENT
“Indikasi market makin cari aset aman. Berarti IHSG ada risiko trading halt di hari pertama pembukaan,” tegasnya.
Bhima juga menyoroti pentingnya langkah mitigasi kebijakan untuk mengurangi dampak dari tarif ini. Beberapa solusi yang ia usulkan antara lain revisi Permendag 8 Tahun 2024 guna mencegah banjir barang impor dari negara lain, efisiensi belanja pemerintah untuk memberikan stimulus ekonomi, serta pemanfaatan kerja sama perdagangan dengan anggota BRICS dan Uni Eropa.
Selain itu, ia juga menekankan perlunya penyelamatan industri padat karya melalui insentif tarif listrik dan kebijakan suku bunga yang lebih longgar. "Bank Indonesia segera turunkan suku bunga 50 bps untuk berikan relaksasi bunga kredit ke sektor industri padat karya dan UMKM," imbuhnya.
ADVERTISEMENT