Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Emas Antam Terus Cetak Rekor Termahal, Bagaimana Harga Jualnya?
2 April 2025 8:00 WIB
·
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam terus meningkat, sejalan dengan kenaikan harga emas global. Pada Selasa (1/4), harga emas Antam berdasarkan situs Logam Mulia, mencapai Rp 1.826.000 per gram. Angka ini naik Rp 20.000 dari harga pembukaan hari sebelumnya di Rp 1.806.000 per gram.
ADVERTISEMENT
Adapun harga jual emas bagi masyarakat (buyback) pada Selasa (1/4) naik Rp 21.000, menjadi Rp 1.678.000 per gram. Ini menjadi kenaikan tertinggi dalam sejarah emas Antam.
Pengamat Emas, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan harga emas dunia akan terus meningkat. Hal ini juga akan mendorong kenaikan harga emas Antam.
Kenaikan harga emas dunia melonjak ke rekor tertinggi disebabkan oleh investor yang berbondong-bondong mengalihkan asetnya ke safe haven di tengah kekhawatiran perang dagang global, yang dipicu oleh tarif terbaru Presiden AS Donald Trump.
Dilansir Reuters, harga emas dunia pada Selasa (1/4) mencetak rekor baru dengan tembus di atas USD 1.300 per troy ons. Ini menjadi yang tertinggi secara kuartalan sejak 1986 atau dalam 39 tahun terakhir.
ADVERTISEMENT
Ibrahim mengatakan, emas merupakan instrumen investasi jangka panjang. Namun karena sifatnya yang likuid atau bisa dicairkan dalam bentuk uang tunai kapan pun, emas masih menjadi pilihan yang menarik bagi masyarakat.
Dia juga memprediksi harga emas dunia akan terus meningkat. Apalagi, kebijakan tarif impor yang dikenakan Trump masih akan berlanjut. Untuk itu, dia pun memproyeksi kenaikan harga emas Antam akan terus berlanjut hingga akhir tahun ini.
“Kemungkinan besar dalam bulan April ini harga emas dunia akan tembus USD 3.150 per troy ons,” kata Ibrahim dalam laporannya.
Selain itu, konflik geopolitik di Timur Tengah juga masih terus memanas. Israel masih melakukan serangan brutalnya ke Jalur Gaza, bahkan di hari Lebaran.
ADVERTISEMENT
Sementara AS melontarkan ancaman terhadap Iran, jika Iran tidak mau menegosiasikan program nuklirnya dengan AS. “Bagi Amerika, itu artinya perang terhadap Iran,” jelasnya.