InJourney Pangkas PSC dan Tarif Maskapai agar Tiket Lebaran Lebih Murah

20 Maret 2025 14:41 WIB
·
waktu baca 2 menit
clock
Diperbarui 28 Maret 2025 9:16 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Direktur Utama InJourney Airports Faik Fahmi di Bandara Soekarno-Hatta.  Foto: Ghifari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Utama InJourney Airports Faik Fahmi di Bandara Soekarno-Hatta. Foto: Ghifari/kumparan
ADVERTISEMENT
PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) mengumumkan pemberian diskon sejumlah tarif pelayanan bandara selama periode Lebaran 2025. Kebijakan ini disebut sebagai bentuk kontribusi dalam menekan harga tiket pesawat.
ADVERTISEMENT
“Sesuai dengan komitmen dari PT Angkasa Pura Indonesia, kami memberikan diskon 50 persen untuk PJP2U atau Passenger Service Charge (PSC) dan juga PJP4U. Diskon ini mencakup tarif landing, garbarata, dan layanan lainnya,” ujar Direktur Utama InJourney Airports, Faik Fahmi, dalam konferensi pers, Kamis (20/3).
PJP2U merupakan pelayanan jasa penumpang pesawat udara. Sementara PJP4U yakni pelayanan jasa pendaratan, penempatan, dan penyimpanan pesawat udara).
“Tujuan kebijakan ini adalah untuk memberikan harga tiket yang lebih terjangkau bagi penumpang. Ini bagian dari kontribusi kami,” kata Faik.
Selain pemberian diskon, InJourney Airports juga melakukan penyesuaian operasional dengan memindahkan maskapai Citilink dari Terminal 3 ke Terminal 1B, serta penerbangan Umrah Garuda Indonesia dari Terminal 3 ke Terminal 2F.
ADVERTISEMENT
Penyesuaian tersebut juga turut berdampak pada penurunan biaya PSC, “Pemindahan Citilink menyebabkan PSC menjadi lebih rendah, dengan selisih sekitar Rp 68.000 per penumpang. Sementara pemindahan Garuda menghasilkan selisih PSC sekitar Rp 88.000,” tambah Faik.
Ia menambahkan, upaya penurunan biaya ini telah mendorong antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan harga tiket yang lebih terjangkau. “Antusiasme mulai terlihat, dan dilihat dari trafik penumpang diperkirakan sudah meningkat 9 persen,” ujarnya.
InJourney Airports juga mendukung kebijakan pemerintah yang menargetkan penurunan harga tiket pesawat sebesar 13 hingga 14 persen selama periode 24 Maret hingga 7 April 2025. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas perjalanan udara bagi masyarakat selama masa mudik Lebaran.