KSP Sebut Tarif Impor 32 Persen dari AS Bukan Tiba-tiba, RI Sudah Antisipasi

4 April 2025 13:48 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden RI Edy Priyono. Foto: Kantor Staf Presiden RI
zoom-in-whitePerbesar
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden RI Edy Priyono. Foto: Kantor Staf Presiden RI
ADVERTISEMENT
Kantor Staf Kepresidenan (KSP) memastikan pemerintah telah mengantisipasi sejak dini kebijakan tarif impor dari Amerika Serikat (AS) kepada Indonesia sebesar 32 persen. Plt Deputi II KSP, Edy Priyono, mengungkapkan kebijakan yang diambil Presiden AS Donald Trump tersebut sebenarnya tidak mendadak.
ADVERTISEMENT
"Pada dasarnya sebenarnya kita sudah melakukan antisipasi dan mitigasi sejak (dini), karena kebijakan Trump itu bukan sesuatu yang tiba-tiba dalam hitungan hari," kata Edy Priyono dikutip dari Antara, Jumat (4/4).
"Sebelumnya kita sudah tahu bahwa arahnya akan ke situ. Yang kita baru tahu itu kan tarifnya, resiprokal kita 64 persen, setelah didiskon jadi separuhnya, 32 persen," tambahnya.
Edy tidak bisa mengonfirmasi apakah ada arahan khusus dari Presiden Prabowo Subianto terkait kebijakan tarif timbal balik yang ditetapkan Trump. Namun, ia mengatakan kalau Kepala Staf Kepresidenan A.M. Putranto sudah memberikan arahan untuk menganalisis dampak kebijakan dari Trump terhadap Indonesia.
Presiden Donald Trump menyampaikan pidato mengenai tarif impor baru saat "Make America Wealthy Again" di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (2/4/2025). Foto: Brendan Smialowski/AFP
"Kami sudah lakukan (analisa dampak kebijakan Trump). Tentu saja kalau detailnya kita tidak bisa sampaikan di sini," ujar Edy.
ADVERTISEMENT
Edy menegaskan tarif itu dikenakan untuk produk dari berbagai negara, bukan hanya Indonesia. Sehingga secara teori, kata Edy, demand atau permintaan dari AS akan turun.
Meski tarif tersebut bervariasi antarnegara, Edy berharap hal itu tidak akan mengganggu daya saing Indonesia dengan negara lain.
"Kita tentu saja berusaha untuk melakukan yang terbaik, termasuk kemungkinan untuk kemudian melakukan lobi dan sebagainya, itu sebagai sesuatu yang wajar," ujar Edy.