Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Mau Bikin Rumah Subsidi untuk Petani hingga Polisi, Ara Minta Bantuan Danantara
1 April 2025 21:22 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkapkan keinginan agar Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) bisa ikut membantu membiayai program rumah subsidi. Program 3 juta rumah ini memuat rumah-rumah terjangkau untuk petani hingga polisi.
ADVERTISEMENT
Secara rinci, menteri yang akrab disapa Ara mengatakan bakal membangun 20.000 unit rumah untuk petani, 20.000 rumah untuk nelayan, 20.000 rumah untuk tenaga migran, 30.000 rumah khusus buat tenaga kesehatan (nakes), sekitar 5.000 unit untuk prajurit TNI AD, polisi 14.500 unit rumah, dari kuota keseluruhan sebesar 250.000 unit.
"Kenapa kita buat itu? Supaya ada kepastian, bagi siapa? Bagi bank, penyalur, bagi Tapera, bagi pengembang, dan bagi konsumen," kata Ara ketika ditemui awak media di Rumah Dinas Menteri Investasi Rosan Roeslani, Jakarta, Selasa (1/4).
Selain profesi dan pekerjaan tersebut, awak media alias wartawan juga akan mendapat bagian sebanyak 1.000 unit rumah subsidi. Katanya, semua rumah subsidi yang telah dialokasikan bakal dibangun di seluruh Indonesia.
ADVERTISEMENT
"Kami sudah mendapatkan kebijakan BI melalui pelonggaran GWM. Dan dalam rapat ya, itu GWM-nya atau Giro Wajib Minimum yang tadinya 5 persen jadi 4 persen," lanjutnya.
Selain meminta bantuan ke Bank Indonesia (BI), Ara juga meminta bantuan BPI Danantara di bawah kepemimpinan Rosan Roeslani. Sebab, menurutnya sektor perumahan bisa menggerakkan ekonomi cukup besar.
"Kami juga nanti akan banyak bekerja sama dan meminta support. Mohon dukungan dari Pak Rosan sebagai Ketua Pengendali daripada Danantara," ujar Ara.
CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan program 3 juta rumah Kementerian PKP berpeluang terbuka didanai oleh lembaga Sovereign Wealth Fund (SWF) itu. Asalkan, kata Rosan program tersebut mesti memenuhi kriteria dan parameter yang dibuat.
"Ya, kita kan semua terbuka ya antara semua usulan, baik dari setiap kementerian, dari setiap siapa pun, dari perangkat sektor. Yang penting adalah memenuhi kriteria dan parameter yang kita bikin," imbuh Rosan di kesempatan yang sama.
ADVERTISEMENT
Kriteria dan parameter yang dimaksud seperti, dari sisi return, dari segi penciptaan lapangan pekerjaan, dari segi peningkatan industrialisasi Tanah Air. Nantinya, Danantara bakal menganalisis secara komprehensif.