Menhub Sebut Tren Mudik Bergeser, Kereta Api Makin Diminati

27 Maret 2025 14:56 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Sejumlah penumpang berjalan keluar saat tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Sabtu (4/1/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah penumpang berjalan keluar saat tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Sabtu (4/1/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
ADVERTISEMENT
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan, tren mudik Lebaran tahun ini menunjukkan adanya pergeseran pilihan moda transportasi. Berdasarkan pantauan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), masyarakat di Pulau Jawa cenderung beralih dari pesawat ke kereta api.
ADVERTISEMENT
Hal ini sejalan dengan faktor harga tiket pesawat yang lebih tinggi dibanding moda lainnya serta kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang mengubah pola perjalanan pemudik. Ia mengungkapkan, indikasi pergeseran ini terlihat dari data sementara yang dihimpun selama arus mudik berlangsung.
“Kalau sementara untuk di Jawa itu ada pergeseran ke kereta. Ada pergeseran ke kereta, tapi nanti angkanya kita harus lihat dulu semuanya setelah ini selesai,” ujar Dudy di Bandara Soekarno Hatta, Banten, Kamis (27/3).
Selain itu, fenomena WFA juga berdampak pada pola keberangkatan pemudik. Lonjakan jumlah penumpang tidak hanya terjadi di puncak arus mudik, tetapi sudah mulai meningkat sejak beberapa hari sebelumnya.
“WFA itu berpengaruh terhadap pilihan tanggal orang-orang berangkat. Kemudian tiket itu berpengaruh terhadap puncak permintaan pembelian tiket,” jelasnya.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Terminal 3 Bandara Soetta, Kamis (27/3/2025). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan
Meski begitu, puncak arus mudik tetap terjadi pada H-3 Lebaran. Kementerian Perhubungan memperkirakan jumlah penumpang melalui seluruh bandara di Indonesia mencapai 750 ribu orang, dengan Bandara Soekarno-Hatta menyumbang 222 ribu di antaranya.
ADVERTISEMENT
Hingga H-4, penjualan tiket pesawat telah mencapai 50 persen dari total 6,6 juta kursi yang disediakan maskapai.
Dari hasil peninjauan di Bandara Soekarno-Hatta, Dudy memastikan layanan di bandara semakin membaik untuk menghadapi lonjakan penumpang.
“Di sini kan banyak perbaikan ya dan kita berharap Soekarno-Hatta menjadi world class airport ya. Layanannya menjadi semakin lebih baik, sangat baik. Kalau saya compare dengan bandara di luar, nggak kalah bagus,” tuturnya.
Penataan terminal juga dilakukan untuk menghindari kepadatan di titik-titik tertentu. “Terminal 1, 2, 3 sudah dibuat sedemikian rupa sehingga merata, tidak lagi terlihat antrean,” imbuhnya.
Sementara itu, arus balik juga menjadi perhatian meskipun Lebaran belum tiba. Beberapa pemudik sudah mulai kembali ke kota asal mereka lebih awal. Untuk mengatasi potensi kepadatan di jalan tol, pemerintah menyiapkan strategi berupa diskon tarif tol agar pergerakan kendaraan bisa lebih terurai.
ADVERTISEMENT
“Harapannya dengan pemberian diskon tarif tol, yang mau kembali lagi itu bisa terurai,” kata dia.