Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8

ADVERTISEMENT
Usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan genderangan tarif impor ke sejumlah negara mitra pada Rabu (2/4) malam waktu AS. Sampai saat ini, ada negara yang malah 'ogah' negosiasi dengan Negeri Paman Sam itu.
ADVERTISEMENT
China
Selain Prancis, Negeri Tirai Bambu ini juga mengambil sikap tegas dengan membalas AS atas pengenaan tarif impor tambahan dengan menetapkan tarif yang sama, 34 persen. Tarif ini berlaku untuk semua barang yang dijual AS ke China.
Serangan ini dilakukan karena China mendapatkan dua kali tarif impor dari AS yaitu 20 persen pada gelombang pertama dan 34 persen pada gelombang kedua yang diumumkan Trump, Rabu (3/4) lalu.
"Tarif tambahan ini akan mulai diberlakukan pada 10 April 2025," kata Kementerian Keuangan China dikutip dari Reuters, Jumat (4/4).
Balasan lain yang dilancarkan China ke Trump adalah membatasi ekspor beberapa jenis logam tanah jarang (rare earth) ke AS. Langkah ini akan membuat perang dagang dunia semakin panas.
ADVERTISEMENT
Pemerintah China menyebut pembatasan ekspor logam tanah jarang ke AS berlaku untuk jenis rendah hingga menengah, termasuk samarium, gadolinium, terbium, dysprosium, lutetium, scandium, dan yttrium. Berlaku mulai 4 April 2025 atau per hari ini.
"Tujuan pemerintah China dalam menerapkan kontrol ekspor atas barang-barang terkait sesuai dengan hukum adalah untuk lebih melindungi keamanan dan kepentingan nasional, serta memenuhi kewajiban internasional seperti non-proliferasi," kata Kementerian Perdagangan China.
Tak hanya itu, China juga menambahkan 16 entitas AS ke dalam daftar kontrol ekspornya, yang melarang ekspor barang-barang dengan penggunaan ganda (dual-use) kepada perusahaan-perusahaan yang terkena dampak.
Selain itu, 11 perusahaan AS lainnya dimasukkan dalam daftar "entitas tidak dapat diandalkan" (unreliable entities), yang memungkinkan Beijing mengambil tindakan hukuman terhadap entitas asing.
ADVERTISEMENT
Perusahaan yang menjadi target termasuk Skydio Inc. dan BRINC Drones, terkait dengan penjualan senjata ke Taiwan, yang dianggap China sebagai bagian dari wilayahnya.
Kementerian Perdagangan menyatakan perusahaan-perusahaan yang ditargetkan "secara serius merusak" kedaulatan, keamanan, dan kepentingan pembangunan China, serta akan dilarang melakukan investasi baru, impor, dan ekspor di China.
China juga meluncurkan investigasi anti-dumping terhadap impor tabung CT medis tertentu dari AS dan India, serta penyelidikan industri yang lebih luas terkait daya saing impor tabung CT medis.
Bea Cukai China juga menyetop sementara impor sorgum, unggas, dan tepung dari tiga perusahaan AS. Aksi ini akan membuat perdagangan pertanian AS terganggu.
Prancis
Menteri Ekonomi Eric Lombard meminta perusahaan Prancis menunjukkan patriorisme dengan tidak memberikan keuntungan kepada AS. Hal itu disampaikan setelah Presiden Emmanuel Macron mendesak perusahaan Prancis menangguhkan investasi AS sebagai respons atas tarif dagang yang ditetapkan Presiden Donald Trump.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari AFP, Jumat (4/4), Macron pada Kamis (3/4) berpendapat akan mengirim pesan yang salah jika perusahaan Prancis terus maju dengan investasi dengan AS sampai klarifikasi lebih lanjut datang dari Washington terkait tarif dagang yang Trump sebut sebagai 'Hari Pembebasan'.
"Kami mengimbau patriotisme," kata Lombard saat diwawancara saluran BFMTV.
"Jelas bahwa jika perusahaan besar Prancis setuju membuka pabrik di Amerika Serikat, itu akan memberikan satu poin yang menguntungkan Amerika," kata Lombard lagi. Saat ini, negosiasi antara Prancis dan AS terkait tarif dimulai.
Dengan Paris bersikeras bahwa tanggapan harus datang dari level Uni Eropa, Lombard mengatakan pembalasan Uni Eropa tidak akan selalu melibatkan tarif balasan dan dapat menggunakan cara lain.
Sebelumnya, Macron meminta agar perusahaan Prancis menghentikan investasi dengan AS sebagai respons atas tarif dagang yang ditetapkan Trump.
ADVERTISEMENT
"Investasi masa depan, investasi yang diumumkan dalam beberapa minggu terakhir, harus ditangguhkan untuk sementara waktu selama situasi dengan Amerika Serikat belum diklarifikasi," kata Macron dalam pertemuan dengan perusahaan Prancis.