Ogah Negosiasi, China Balas Tarif Trump 34 Persen hingga Batasi Ekspor ke AS

4 April 2025 19:08 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
19
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pembukaan Kongres Partai Komunis China oleh Presiden Xi Jinping Foto: Thomas Peter/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Pembukaan Kongres Partai Komunis China oleh Presiden Xi Jinping Foto: Thomas Peter/Reuters
ADVERTISEMENT
Pemerintah China mengambil sikap tegas dengan membalas Amerika Serikat atas pengenaan tarif impor tambahan dengan menetapkan tarif yang sama, 34 persen. Tarif ini berlaku untuk semua barang yang dijual AS ke China.
ADVERTISEMENT
Serangan ini dilakukan karena China mendapatkan dua kali tarif impor dari AS yaitu 20 persen pada gelombang pertama dan 34 persen pada gelombang kedua yang diumumkan Trump, Rabu (3/4) lalu.
"Tarif tambahan ini akan mulai diberlakukan pada 10 April 2025," kata Kementerian Keuangan China dikutip dari Reuters, Jumat (4/4).
Balasan lain yang dilancarkan Negeri Tirai Bambu ke Trump adalah membatasi ekspor beberapa jenis logam tanah jarang (rare earth) ke AS. Langkah ini akan membuat perang dagang dunia semakin panas.
Pemerintah China menyebut pembatasan ekspor logam tanah jarang ke AS berlaku untuk jenis rendah hingga menengah, termasuk samarium, gadolinium, terbium, dysprosium, lutetium, scandium, dan yttrium. Berlaku mulai 4 April 2025 atau per hari ini.
ADVERTISEMENT
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: Reuters/Thomas Peter
"Tujuan pemerintah China dalam menerapkan kontrol ekspor atas barang-barang terkait sesuai dengan hukum adalah untuk lebih melindungi keamanan dan kepentingan nasional, serta memenuhi kewajiban internasional seperti non-proliferasi," kata Kementerian Perdagangan China.
China juga menambahkan 16 entitas AS ke dalam daftar kontrol ekspornya, yang melarang ekspor barang-barang dengan penggunaan ganda (dual-use) kepada perusahaan-perusahaan yang terkena dampak.
Selain itu, 11 perusahaan AS lainnya dimasukkan dalam daftar "entitas tidak dapat diandalkan" (unreliable entities), yang memungkinkan Beijing mengambil tindakan hukuman terhadap entitas asing. Perusahaan yang menjadi target termasuk Skydio Inc. dan BRINC Drones, terkait dengan penjualan senjata ke Taiwan, yang dianggap China sebagai bagian dari wilayahnya.
Kementerian Perdagangan menyatakan perusahaan-perusahaan yang ditargetkan "secara serius merusak" kedaulatan, keamanan, dan kepentingan pembangunan China, serta akan dilarang melakukan investasi baru, impor, dan ekspor di China.
ADVERTISEMENT
China juga meluncurkan investigasi anti-dumping terhadap impor tabung CT medis tertentu dari AS dan India, serta penyelidikan industri yang lebih luas terkait daya saing impor tabung CT medis.
Bea Cukai China juga menyetop sementara impor sorgum, unggas, dan tepung dari tiga perusahaan AS. Aksi ini akan membuat perdagangan pertanian AS terganggu.