Ray Dalio Bicara Tantangan Jalankan Danantara: Birokrasi hingga Korupsi

7 Maret 2025 19:04 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto bersama dengan Konglomerat AS Ray Dalio dan jajaran konglomerat RI di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (7/3/2025). Foto: Zamachsyari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto bersama dengan Konglomerat AS Ray Dalio dan jajaran konglomerat RI di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (7/3/2025). Foto: Zamachsyari/kumparan
ADVERTISEMENT
Konglomerat asal Amerika Serikat (AS), Ray Dalio, mengungkapkan pandangannya mengenai tantangan yang akan dihadapi dalam menjalankan BPI Danantara. Ia menyoroti potensi besar Indonesia sekaligus hambatan yang perlu diselesaikan.
ADVERTISEMENT
Presiden Prabowo Subianto memang mengundang Ray Dalio untuk memberi masukan terkait Danantara di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (7/3). Pertemuan itu juga dihadiri sejumlah konglomerat di Tanah Air.
"Saya sedikit memberikan latar belakang (sebagai) investor Lobo Makro selama 50 tahun. Dan ini mencakup beberapa negara di seluruh dunia. Menyangkut kepentingan dan juga institusi keuangan, Sovereign Wealth Fund. Dan saya di tahap, saat ini baru 75 tahun dan saya tidak lagi bekerja untuk seseorang, tapi saya bekerja untuk menginspirasi orang," ujar Ray Dalio.
Ray Dalio menilai Indonesia sedang berada dalam titik krusial menuju lompatan besar. Menurutnya, salah satu keunggulan Indonesia adalah tingkat utang yang relatif rendah, yang memungkinkan lebih banyak modal diinvestasikan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
ADVERTISEMENT
"Dan ada banyak cara dan saya sangat senang untuk memperkenalkan cara-cara tersebut, namun sejumlah cara-cara ini menunjukkan bahwa Indonesia salah satu yang berada dalam point take off yang memiliki potensi yang besar untuk menjadi perubahan masa depan yang luar biasa," ujar Ray Dalio.
Namun, ia juga menyoroti tantangan yang harus segera diselesaikan agar Danantara dapat berjalan optimal.
"Ada beberapa langkah-langkah yang memiliki potensi yang cukup baik, namun juga ada tantangan yang harus di atasi, dan langkah ini akan mengukur langkah-langkah kendala. Di antaranya adalah masalah birokrasi, kemudahan untuk melakukan bisnis, kewirausahaan, pembentukan modal, aksi korupsi, dan banyak hal," tutur Ray Dailo.