Saham Disebut Masih Bisa Jadi Investasi Pilihan Usai Lebaran

2 April 2025 20:30 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta, Senin (6/9). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta, Senin (6/9). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
ADVERTISEMENT
Pasar saham disebut masih bisa menjadi instrumen pilihan untuk berinvestasi usai Lebaran. Meski sebelumnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok di minggu ketiga Maret 2025, IHSG menunjukkan keberhasilan untuk rebound pada perdagangan terakhir sebelum lebaran, Kamis (27/3) ke level 6.510,62.
ADVERTISEMENT
Untuk hal ini, perencana keuangan Andy Nugroho menjelaskan pasar saham bukan saja bisa menjadi instrumen pilihan setelah Lebaran melainkan untuk jangka panjang.
“Hal ini karena meskipun IHSG mengalami penurunan, tapi tetap saja ada saham-saham yang mengalami kenaikan harga sehingga dapat mendapatkan cuan dari memperdagangkannya dalam untuk waktu singkat,” kata Andy kepada kumparan, Rabu (2/4).
Justru Ia melihat momen melemahnya IHSG sebagai waktu tepat bagi investor jangka panjang untuk menambah portofolio dengan membeli saham-saham bagus dengan harga murah.
“Sehingga bisa mendapatkan keuntungan dari selisih harganya nanti. Selain itu dari saham yang dimiliki kita juga berpotensi mendapatkan dividen, sehingga dengan menambah jumlah kepemilikan saham akan bikin kita mendapatkan dividen lebih besar lagi,” ujar Andy.
ADVERTISEMENT
Untuk investasi setelah Lebaran, Andy menyarankan investasi dapat dilakukan dengan menyisihkan 10 persen dari penghasilan atau Tunjangan Hari Raya (THR) yang tidak telanjur terpakai untuk kebutuhan lain.
“Adapun pilihan investasinya menyesuaikan dengan dana yang tersedia, atau bisa juga ditabung dulu sebelum diinvestasikan. Namun bila telanjur belum disisihkan di awal, maka bisa dilakukan saat ini saat dananya masih ada dengan persentase investasi semampunya,” ujarnya.
Selain Andy, perencana keuangan Mike Rini juga melihat pasar saham masih bisa menjadi instrumen investasi pasca lebaran. Hal ini karena IHSG sudah menunjukkan indikasi rebound di hari perdagangan terakhir sebelum libur lebaran.
“Dari data historis kinerja , pola perdagangan IHSG dapat kita simpulkan bahwa instrumen saham bisa menjadi pilihan investasi setelah Lebaran karena memberikan potensi pertumbuhan nilai saham jika dilakukan untuk jangka panjang,” ujar Mike.
ADVERTISEMENT
Selain itu, dengan fluktuasi IHSG belakangan Mike melihat ada potensi capital gain dari para investor saham jangka panjang. Meski demikian Mike berpesan agar investor dapat disiplin menjalankan strategi investasi berdasarkan profil risiko yang direncanakan.
Untuk investasi saham setelah lebaran, Mike juga berpesan agar investor dapat mengevaluasi ulang portofolio. Hal ini bisa dilakukan dengan meninjau kembali hasil investasi sebelum lebaran dan identifikasi aset mana yang berkinerja baik dan mana yang tidak.
***
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.