Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2024 © PT Dynamo Media Network
Version 1.87.0
Setelah SoftBank Rugi di 3 Kuartal, Investor Grab dan Tokopedia Itu Raup Laba
12 Agustus 2020 5:15 WIB
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Dikutip dari Business Insider, SoftBank melaporkan laba hampir USD 12 miliar. Meski meraup laba, namun hal itu disebut bukan kabar menggembirakan bagi para investornya. Karena perolehan laba tersebut bukan dari kinerja usaha, tapi dari hasil penjualan Sprint ke T-Mobile. Penyumbang lain laba ke perusahaan adalah kinerja Alibaba, serta Uber yang mulai membaik.
"Tentu saja ini tidak sempurna karena gelombang kedua pandemi COVID-19 belum berakhir," kata CEO SoftBank, Masayoshi Son , dalam konferensi pers, Selasa (11/8) waktu Tokyo. "Jadi, kami tidak dapat menjamin bahwa kinerja ini akan tetap positif. Saya tidak bisa memastikan, tetapi saat ini semakin membaik dan pulih."
Pada kuartal sebelumnya yakni Januari-Maret 2020, perusahaan melaporkan kerugian USD 9 miliar. Kerugian besar itu disebabkan investasi gagal SoftBank di startup teknologi global yakni Uber, Wag, dan WeWork.
ADVERTISEMENT
SoftBank merupakan perusahaan telekomunikasi dan media, namun sang CEO Masayoshi Son menggagas Vision Fund untuk menghimpun dana hingga USD 100 miliar. Dana dari beragam kalangan dari Vision Fund ini kemudian diinvestasikan di startup teknologi di berbagai negara di dunia, termasuk Grab dan Tokopedia di Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Masayoshi Son juga menegaskan, dalam kondisi krisis kas (uang tunai) yang dimiliki perusahaan merupakan pertahanan terbaik. Apalagi dalam kondisi krisis seperti saat ini, yang diakibatkan pandemi virus corona.
"Bahkan saat terjadi krisis keuangan global, krisis Lehman Brothers di AS dan COVID-19, ketika situasinya cukup tidak stabil, kami selalu berusaha dengan istilah hati-hati dan konservatif," kata Founder dan CEO SoftBank itu. "Dan itulah sikap yang ingin kami ambil sekali lagi kali ini."
ADVERTISEMENT
Live Update
Pada 5 November 2024, jutaan warga Amerika Serikat memberikan suara mereka untuk memilih presiden selanjutnya. Tahun ini, capres dari partai Demokrat, Kamala Harris bersaing dengan capres partai Republik Donald Trump untuk memenangkan Gedung Putih.
Updated 6 November 2024, 12:03 WIB
Aktifkan Notifikasi Breaking News Ini