Usai Trump Umumkan Tarif Impor, Harga Komoditas Kompak Merosot

4 April 2025 9:00 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi pengeboran minyak lepas pantai (offshore). Foto: Mr.PK/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengeboran minyak lepas pantai (offshore). Foto: Mr.PK/Shutterstock
ADVERTISEMENT
Harga minyak mentah mencatat penurunan pada penutupan perdagangan Kamis (3/4). Mengutip Reuters berdasarkan penutupan perdagangan Kamis (3/4) harga minyak mentah Brent ditutup turun 6,42 persen, pada USD 70,14 per barel.
ADVERTISEMENT
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) turun 6,64 persen, menjadi USD 66,95. Brent berada di jalur penurunan persentase terbesar sejak 1 Agustus 2022, dan WTI terbesar sejak 11 Juli 2022.
Menurunnya harga kedua standar minyak dunia itu karena pada hari Kamis (3/4) usai setelah OPEC+ menyetujui peningkatan produksi yang mengejutkan sehari setelah AS. Presiden Donald Trump mengumumkan tarif impor baru ke sejumlah negara termasuk Indonesia.
Pada pertemuan menteri pada hari Kamis, negara-negara OPEC+ setuju untuk memajukan rencana mereka untuk kenaikan produksi minyak, bertujuan untuk mengembalikan 411.000 barel per hari ke pasar pada bulan Mei 2025 mendatang, atau naik dari 135.000 barel per hari yang direncanakan semula.
Sedangkan, Trump pada hari Rabu (2/4) meluncurkan tarif minimum 10 persen untuk sebagian besar barang yang diimpor ke AS, konsumen minyak terbesar di dunia, dengan bea yang jauh lebih tinggi pada produk dari puluhan negara.
ADVERTISEMENT
Batu Bara
Pada penutupan perdagangan Kamis (3/4), harga batu bara kontrak berjalan April 2025 lewat bursa ICE Newcastle berada di USD 99,40 per ton, turun 1,58 persen.
CPO
Menurut tradingeconomics, harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) pada penutupan perdagangan Kamis (3/4) berada di angka MYR 4.490 per ton, turun 0,62 persen.
Minyak sawit berjangka Malaysia melayang di bawah MYR 4.500 per ton, mematahkan kemenangan beruntun empat sesi saat para pedagang bereaksi terhadap AS terkait penerapan tarif impor ke sejumlah negara mitra.
Harga mundur dari level tertinggi dua minggu sehari sebelumnya, ditekan oleh kekhawatiran atas peningkatan produksi karena para pekerja kembali ke perkebunan Malaysia setelah jeda Idul Fitri. Menambah sentimen bearish, minyak mentah merosot di tengah kekhawatiran perang dagang global dapat melemahkan permintaan energi.
ADVERTISEMENT
Nikel
Pada penutupan harga Kamis (3/4) berdasarkan London Metal Exchange (LME) harga nikel berada di angka USD 15.964 per ton, turun 0,89 persen.
Timah
Timah mencatat kenaikan pada penutupan Kamis (3/4). Harga timah berdasarkan London Metal Exchange (LME) ada di angka USD 373.34 per ton, terpantau turun 1,55 persen.