Wamenaker Mau Panggil Semua Aplikator Ojol Imbas BHR Rp 50.000

2 April 2025 20:00 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pengemudi ojek online (ojol) menunggu datangnya penumpang di Halte LRT Pancoran, Jakarta, Rabu (12/3/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pengemudi ojek online (ojol) menunggu datangnya penumpang di Halte LRT Pancoran, Jakarta, Rabu (12/3/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
ADVERTISEMENT
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer mengungkap Kemnaker akan memanggil pihak aplikator layanan ojek online (ojol). Hal ini karena dalam pemberian Bantuan Hari Raya (BHR), terdapat mitra ojol yang hanya mendapat BHR sejumlah Rp 50.000.
ADVERTISEMENT
“Pokoknya kita akan panggil aplikator-aplikator itu. Mereka jangan buas dengan rakyat itu ya. Mereka sudah bohongi negara, bohongi Presiden saya, bohongi kita, bohongi Menteri, bohongi rakyat. Semua dibohongin,” kata pejabat yang akrab disapa Noel itu ketika ditemui di kediaman Habib Rizieq Syihab, Petamburan, Jakarta Barat pada Rabu (2/4).
Perihal pihak aplikator mana yang akan diambil, Noel menjelaskan pemanggilan akan dilakukan ke semua aplikator. Untuk hal ini, Noel mengibaratkan aplikator seperti Homo Homini Lupus atau manusia serigala bagi manusia yang rakus.
“Bayangkan, mereka bukan dikasih Rp 50.000 aja. Bahkan masih banyak dari mereka yang tidak mendapatkan sama sekali. Jadi tingkat rakusnya sudah terlalu kelewatan,” ujarnya.
Sebelumnya, para pengemudi ojol yan tergabung dalam Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) memprotes keberadaan BHR yang hanya dibayarkan Rp 50.000.
ADVERTISEMENT
Ketua SPAI Lily Pujiati mendapat laporan tentang adanya pekerja ojol Gojek yang BHR-nya hanya dibayarkan senilai Rp 50.000 padahal pendapatannya selama 12 bulan sebesar Rp 93 juta.
“Hitungan ini sangat tidak ini adil karena platform menentukan kategori yang diskriminatif seperti hari kerja 25 hari, jam kerja online 250 jam, tingkat penerimaan order 90 persen, total orderan minimal 250 orderan dan rata-rata rating 4,9 setiap bulannya,” kata Lily dalam keterangan tertulis Selasa (25/3).