Zulhas Jamin Harga Pangan Akan Kembali Normal Seminggu Usai Lebaran

31 Maret 2025 14:48 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas), Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi, Dirut Perum Bulog Novi Helmy Prasetya di kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Senin (24/3/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas), Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi, Dirut Perum Bulog Novi Helmy Prasetya di kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Senin (24/3/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparan
ADVERTISEMENT
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan harga komoditas pangan di Tanah Air akan kembali normal satu minggu setelah Lebaran 2025/Idul Fitri 1446 Hijriah.
ADVERTISEMENT
Menurut dia, kenaikan harga pangan yang terjadi saat ini merupakan hal yang wajar pada periode Lebaran, mengingat banyak distributor dan penjual yang libur atau pulang kampung untuk merayakan Idul Fitri.
Zulhas mengatakan, meski komoditas pangan mengalami sedikit kenaikan, namun untuk stok semua komoditas yang dibutuhkan masyarakat pada masa Lebaran aman terkendali. "Stok aman, tersedia dan harga cukup terkendali," kata Zulhas.
Pedagang memotong daging sapi di Pasar Minggu pada Kamis (27/3). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Harga sejumlah komoditas seperti daging sapi, bawang merah, bawang putih, hingga cabai rawit merah, masih mengalami saat Lebaran. Berdasarkan laman Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) per Senin (31/3) pukul 14.00 WIB beberapa komoditas pangan masih mengalami kenaikan harga.
Harga daging sapi murni secara nasional mencapai Rp 140.843 per kg, naik 0,6 persen dari Harga Acuan Penjualan (HAP) Rp 140.000. Harga cabai rawit merah hari ini mencapai Rp 89.598 per kg atau naik 57,19 persen dari HAP Rp 40.000.
ADVERTISEMENT
Harga bawang merah juga naik menjadi Rp 44.206 per kg, dari HAP Rp 36.500. Sementara bawang putih bonggol mencapai Rp 44.919 per kg atau naik 12,3 persen dari HAP Rp 38.000 per kg.
Harga MinyaKita secara nasional juga naik menjadi Rp 17.601 per liter, dari Harga Ecerean Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah Rp 15.700 per liter.