Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Profil Prince Abdullah Al-Faisal Stadium, Venue Timnas U-17 di Piala Asia
3 April 2025 20:00 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
Timnas U-17 akan segera memulai perjuangan dalam Piala Asia 2025 yang digelar di Arab Saudi. Grup C yang berisi Indonesia, Korsel, Yaman, dan Afghanistan akan main di Jeddah, di dua stadion, yakni Prince Abdullah Al-Faisal Stadium dan King Abdullah Sports City Stadium.
ADVERTISEMENT
Namun, dari jadwal yang sudah dirilis, Timnas U-17 Indonesia hanya akan main di Prince Abdullah Al-Faisal Stadium selama fase grup. Seperti apa profil dari stadion tersebut?
Mengutip dari Stadium DB, stadion ini dibangun di antara King Abdulaziz University dan kawasan industri pada 1970. Selama hampir tiga dekade, satu-satunya tribune yang dilengkapi dengan kursi individu adalah tribune utama yang juga menyediakan tempat berlindung sebagian bagi para penggemar.
Kemudian, Prince Abdullah Al-Faisal Stadium mengalami modernisasi. Kapasitas stadion dikurangi dari 23.000 menjadi 20.000 penonton dengan menghilangkan tribune non-tempat duduk pada 2009.
Antara tahun 2013 dan 2021, stadion ini mengalami modernisasi yang lebih ekstensif. Jadi, tribune diperluas hingga kini berkapasitas 27.000 penonton. Stadion ini juga dilengkapi dengan atap baru yang menutupi sebagian besar auditorium.
ADVERTISEMENT
Mengutip dari situs web Kementerian Olahraga Arab Saudi, Prince Abdullah Al-Faisal Stadium memiliki beberapa fasilitas lain meliputi: royal cabin tribune, ruang ganti pemain, ruang gym, ruang karate, ruang wasit, ruang rapat, ruang konferensi, kantor administrasi, gudang, lapangan sepak bola rumput, lapangan atletik, dan gedung pusat media.
Stadion ini juga menjadi markas bagi dua klub Divisi Teratas Liga Arab Saudi, yakni Al-Ahli SC dan Al Ittihad FC. Keduanya adalah tim yang mewakili Kota Jeddah.
Adapun "Prince Abdullah Al-Faisal" diambil dari nama seorang pengusaha sekaligus politikus Arab Saudi yang memegang banyak jabatan di pemerintahan sepanjang tahun 1940-an dan 1950-an. Ia adalah putra tertua Raja Faisal dan salah satu cucu pendiri Saudi, Raja Abdulaziz.
ADVERTISEMENT