Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Ya, memanaskan makanan ulang memang menjadi cara praktis untuk menghemat waktu dan mengurangi limbah makanan. Tapi, mungkin kamu pernah mendengar anggapan bahwa makanan hanya boleh dipanaskan sekali, karena jika lebih dari itu akan berbahaya bagi kesehatan. Tapi, benarkah demikian?
Dilansir dari laman Healthy Food, anggapan ini sebenarnya adalah mitos. Meskipun banyak orang mempercayainya, penelitian menunjukkan bahwa memanaskan makanan lebih dari sekali sebenarnya aman, asalkan dilakukan dengan cara yang benar.
Bagaimana makanan bisa menyebabkan penyakit?
Bakteri dan virus dapat masuk ke dalam makanan melalui berbagai cara, seperti dari lingkungan tempat makanan diproses, tangan yang tidak higienis, atau penyimpanan yang kurang tepat. Berbeda dengan virus yang tidak bisa berkembang biak dalam makanan dan mati saat dipanaskan, bakteri bisa tumbuh dengan cepat jika kondisi memungkinkan.
ADVERTISEMENT
Beberapa jenis bakteri dapat menyebabkan makanan menjadi busuk, sementara lainnya, disebut bakteri patogen bisa menimbulkan penyakit jika dikonsumsi. Yang lebih berbahaya lagi, beberapa bakteri ini dapat menghasilkan toksin yang tidak selalu hancur meskipun makanan telah dipanaskan kembali.
Jika makanan disimpan dalam suhu yang tidak tepat, seperti terlalu lama berada di suhu ruang atau tidak segera didinginkan setelah dimasak, risiko kontaminasi bakteri akan semakin tinggi.
Beberapa jenis makanan memiliki risiko lebih tinggi terhadap pertumbuhan bakteri jika tidak disimpan dengan benar, seperti daging dan produk olahannya, produk susu, makanan laut, serta nasi dan pasta yang telah dimasak. Selain itu, telur dan makanan berprotein tinggi lainnya juga rentan terhadap kontaminasi bakteri.
Salah satu bakteri yang sering dikaitkan dengan keracunan makanan akibat pemanasan ulang adalah Staphylococcus aureus, yang dapat berpindah ke makanan melalui tangan manusia. Jika makanan tidak disimpan dengan baik, bakteri ini dapat berkembang biak dan menghasilkan toksin yang tahan panas, artinya meskipun bakterinya mati saat dipanaskan ulang, toksinnya tetap bisa menyebabkan penyakit seperti muntah dan diare.
ADVERTISEMENT
Lantas, bagaimana cara memanaskan makanan dengan aman?
Agar makanan tetap aman meskipun dipanaskan lebih dari sekali, penting untuk memperhatikan cara penyimpanan dan pemanasannya dengan benar. Setelah dimasak, makanan sebaiknya segera didinginkan hingga suhunya turun di bawah 5°C, atau disimpan dalam keadaan panas dengan suhu lebih dari 60°C.
Proses pendinginan harus dilakukan secepat mungkin; idealnya, makanan dibiarkan pada suhu ruang tidak lebih dari dua jam sebelum dimasukkan ke dalam kulkas. Menggunakan wadah dangkal dapat membantu makanan dingin lebih cepat dan merata, sehingga meminimalkan risiko pertumbuhan bakteri.
Saat hendak menghangatkan kembali makanan, pastikan suhu internalnya mencapai setidaknya 75°C. Termometer makanan dapat digunakan untuk memastikan suhu tersebut tercapai secara merata. Sebaiknya hanya panaskan porsi yang akan langsung dikonsumsi, dan jika masih ada sisa, makanan tersebut harus segera didinginkan kembali dalam waktu kurang dari dua jam setelah pemanasan.
ADVERTISEMENT
Perhatian ekstra juga diperlukan saat menyajikan makanan untuk kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, atau individu dengan daya tahan tubuh lemah, karena mereka lebih berisiko mengalami dampak serius dari makanan yang tidak higienis. Tapi, jika ragu dengan kondisi makanan, sebaiknya tidak memanaskannya ulang lebih dari sekali.