Jangan Berteriak saat Mengejan Jelang Persalinan, Ini Bahayanya!

7 Maret 2025 17:53 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu berteriak saat melahirkan. Foto: christinarosepix/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu berteriak saat melahirkan. Foto: christinarosepix/Shutterstock
ADVERTISEMENT
Banyak ibu yang menganggap berteriak bisa meningkatkan dorongan saat mengejan sehingga bisa mempermudah proses persalinan. Padahal ternyata yang terjadi justru sebaliknya, Moms!
ADVERTISEMENT
Mom Junction melansir, mengejan atau memberi dorongan/tekanan di dalam tubuh bagian bawah (perut) seperti ketika hendak buang air besar memang jadi bagian dari proses persalinan normal.
Pada fase ini, serviks telah membesar sepenuhnya dan tidak lagi menutupi kepala bayi. Dorongan tersebut ditandai dengan adanya tekanan yang meningkat dari dasar panggul, keinginan seperti ingin buang air besar, dan tekanan berat di vagina.
Namun perlu diingat, mengejan pun tidak boleh dilakukan asal dan harus dilakukan dengan cara yang tepat. Salah satu kesalahan yang bisa terjadi adalah tanpa sadar Anda akan menggeram atau berteriak sambil berusaha mengatasi keinginan untuk melawan rasa sakit saat kontraksi. Kenapa ya mengejan saat melahirkan sebaiknya tidak sambil berteriak.
ADVERTISEMENT

Alasan Tak Perlu Berteriak saat Mengejan Jelang Persalinan

Ilustrasi ibu melahirkan. Foto: Shutterstock
Tidak Membuka Jalan Lahir Bayi
Mengejan dengan kuat tetapi terburu-buru sambil berteriak hanya akan membuang tenaga, sedangkan bayi pun belum tentu akan langsung mudah jalan lahirnya. Biasanya, karena tegang atau hanya ingin meluapkan rasa sakit yang dirasakan, akhirnya Anda akan cenderung berteriak keras-keras. Namun, cara ini sebenarnya tidak akan membantu karena hanya menguras energi. Padahal, Anda masih harus fokus mengejan sesuai arahan dari bidan atau dokter.
Berpotensi Mengganggu Pita Suara
Selain itu, berteriak dapat mengganggu pita suara, tenggorokan jadi sakit dan serak, Moms. Mungkin Anda sempat panik ketika belum berhasil mendorong bayi keluar, tapi jangan sampai berteriak keras karena hanya akan menghabiskan tenaga.
ADVERTISEMENT
Membuat Dorongan Mengejan Tidak Efektif
Anda juga cenderung melepaskan kekuatan mendorong atau mengejan melalui mulut, sehingga daya mengejan atau mendorong jadi kurang efektif. Cara itu pun tidak akan membantu persalinan Anda sama sekali, dan justru bisa memperpanjang proses dan memicu melahirkan jadi lebih menyakitkan.
Perlu dipahami juga, menurut Baby Center, proses mengejan yang lebih terkontrol bisa mencegah robeknya perineum. Jadi, lebih baik atur napas Anda dan mengejanlah di saat dokter atau bidan memintanya. Dan ingat agar jangan patah semangat dan terus berdoa dalam hati agar proses persalinan Anda berjalan lebih lancar.