Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Anggota Parlemen Uni Eropa Marah Rekannya Tertawa saat Bahas Situasi Gaza
14 Maret 2025 19:04 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
Anggota parlemen Uni Eropa dari Belgia menegur rekannya yang tertawa ketika forum sedang membahas situasi kemanusiaan di Jalur Gaza.
ADVERTISEMENT
Hal itu bermula ketika anggota parlemen Uni Eropa dari Belgia, Marc Botenga, sedang membahas bantuan kemanusiaan di Gaza yang diblokir oleh Israel. Di tengah diskusi itu, Menteri Polandia untuk Urusan Uni Eropa, Adam Szlapka, terlihat tertawa.
Melihat sikap rekannya itu, Botenga langsung menengok ke arah Szlapka, menaikkan nada suaranya, dan memintanya berhenti tertawa.
"Anda tertawa di sini saat kita mendiskusikan kematian warga Palestina, mereka yang kelaparan. Dan anda di sini tertawa dan bercanda. Ini tidak lucu!" kata Botenga dikutip dari potongan video yang dia posting di akun X-nya, Jumat (14/3).
"Orang Palestina adalah manusia. Anda harus malu!" lanjutnya.
Botenga kemudian mengkritik Uni Eropa yang menurutnya karakteristiknya bisa berpidato menyinggung betapa buruknya situasi di Gaza tanpa membahas mengapa situasinya memburuk.
ADVERTISEMENT
"Kenapa situasinya memburuk? Karena Israel memblokade semua bantuan kemanusiaan, semua makanan bahkan listrik. Dan apa artinya? Tanpa listrik, tidak ada desalinasi air, jadi tidak ada air layak minum. Jadi masyarakat, anak-anak tidak punya air layak minum dan anda tertawa? Bagaimana itu mungkin, Pak Menteri?" ujarnya.
Ia mengatakan, sikap seperti itu menunjukkan Uni Eropa kekurangan rasa simpati terhadap kelangsungan kehidupan warga Palestina.
"Dan ini harus dihentikan karena akan ada harga yang harus dibayar. Saya bersumpah," pungkasnya.
Israel memblokade masuknya bantuan kemanusiaan untuk mendesak Hamas menyetujui kesepakatan perpanjangan gencatan senjata fase pertama selama Ramadan dan Paskah. Hal ini menyebabkan meroketnya harga pangan di Gaza.
Tak hanya menghentikan masuknya bantuan kemanusiaan, Israel kembali memutus aliran listrik yang menyebabkan krisis air layak minum karena desalinasi air tidak bisa dilakukan.
ADVERTISEMENT