Arus Balik Jalur Utara-Selatan Padat: Polisi Buka-Tutup hingga Setop Kendaraan

4 April 2025 13:15 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pemudik kendaraan roda dua melintasi jalur Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (29/3/2025).  Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
zoom-in-whitePerbesar
Pemudik kendaraan roda dua melintasi jalur Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (29/3/2025). Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
ADVERTISEMENT
Dirlantas Polda Jabar Kombes Dodi Darjanto menyebut, jalur arteri selatan dan utara Jawa mengalami hambatan pada H+4 libur lebaran, Jumat (4/4).
ADVERTISEMENT
Dodi mengatakan, pihaknya dan instansi terkait telah melaksanakan manajemen rekayasa lalu lintas agar arus balik di jalur selatan tidak macet.
"Sehingga yang berjalan menuju ke arah Bandung atau arus mudik ke arah Jakarta itu bisa lebih lancar karena arusnya lebih padat dari yang lain," kata Dodi saat ditemui media di Simpang Gadog, Bogor.
Dirlantas Polda Jabar Kombes Dodi Darjanto. Dok kumparan
Polisi mengimbau bagi pengendara roda empat di jalur arteri yang diberhentikan petugas untuk lebih sabar. Langkah itu diambil untuk memberikan ruang bagi kendaraan yang lain khususnya arus mudik.
"Rekayasa yang baik juga dengan dilaksanakan pola-pola buka tutup arus. Jadi mohon bersabar kepada masyarakat, termasuk mobil-mobil yang dihentikan itu untuk memberikan ruang kendaraan-kendaraan yang lain khususnya arus mudik," kata Dodi.
ADVERTISEMENT
"Sehingga yang berjalan menuju ke arah Bandung atau arus mudik ke arah Jakarta itu bisa lebih lancar karena arusnya lebih padat daripada yang lain," ucapnya.
Pemudik melintas di Jalan Raya Pantura, Subang, Jawa Barat, Sabtu (29/3/2025). Foto: ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin
Sejumlah pemudik beristirahat di Jalur Pantura Klari, Karawang, Jumat (28/3/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Menurutnya, jalur arteri di Selatan yakni Sukabumi, Nagreg, Cilacap, dan Pangandaran dan jalur arteri pantura padat karena jumlah kendaraan yang melintas lebih banyak.
"Hambatannya tentunya jumlah kendaraan yang lebih banyak dibanding kapasitas jalannya, seperti di Gentong, di daerah sana itu ada buka arus," kata Dodi.