Banjir Terjang Kampar dan Pekanbaru, Santri hingga Lansia Dievakuasi

6 Maret 2025 11:43 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pondok Pesantren Darul Ulum, Kabupaten Kampar, Riau, terendam banjir. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Pondok Pesantren Darul Ulum, Kabupaten Kampar, Riau, terendam banjir. Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru di Riau diterjang banjir sejak Senin (3/3). Ketinggian air di wilayah tersebut mencapai lebih dari 1 meter.
ADVERTISEMENT
Di Kampar Pondok Pesantren Darul Ulum menjadi yang terdampak. 60 santri di ponpes tersebut dievakuasi oleh Tim SAR.
"Tinggi air sekitar 1,5 meter atau setinggi dada orang dewasa," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pekanbaru, Budi Cahyadi, Rabu (5/3).
Banjir di Kampar disebabkan pintu PLTA Koto Panjang dibuka.
Tim SAR mengevakuasi para santri yang terjebak banjir menggunakan sejumlah peralatan SAR.
"Proses evakuasi dimulai sejak sore hingga malam hari dengan menggunakan perahu karet dan peralatan SAR lainnya, termasuk peralatan medis," ujarnya.
"Sebagian kita drop ke masjid terdekat dan sebagian lainnya dijemput pihak keluarga," tambahnya.

Banjir Pekanbaru

Polisi evakuasi lansia yang terjebak banjir di Pekanbaru, Riau. Foto: Istimewa
Sementara di Pekanbaru, banjir melanda Kecamatan Rumbai akibat hujan yang melanda daerah tersebut. Ketinggian airnya mencapai 1,4 meter.
ADVERTISEMENT
Tim SAR dikerahkan ke lokasi tersebut untuk mengevakuasi warga dari rumahnya ke tempat pengungsian.
"Tadi kami bersama tim gabungan mengevakuasi ibu hamil sembilan bulan dari kediamannya," kata Dirpolairud Polda Riau, Kombes Pol Tri Setyadi Artono, Kamis (6/3).
"Kami tadi juga langsung mengantarkannya ke rumah sakit, karena yang bersangkutan sudah mau melahirkan," sambungnya.
Tak hanya membantu mengevakuasi ibu hamil, Tim SAR juga membantu warga lansia yang terdampak banjir.
"Ada beberapa dari mereka yang tinggal sendirian di rumah, jadi kami bawa ke tempat pengungsian," ujarnya.
Banjir yang melanda Kecamatan Rumbai ini telah merendam ribuan rumah. Sebanyak 6.548 jiwa terdampak.
"Sudah banyak warga yang mengungsi yang posko pengungsian, dan ada juga warga yang memilih mengungsi ke rumah keluarganya," ungkapnya.
ADVERTISEMENT

Pekanbaru Siaga Darurat

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengatakan banjir yang terjadi di kotanya sudah memprihatinkan. Ketinggian banjir mencapai atap rumah warga.
"Oleh sebab itu, semua warga tadi langsung kami evakuasikan, yang tidak mau, kami paksa, agar tidak ada korban jiwa," kata Agung.
"Melihat kondisi Kota Pekanbaru, sudah kita tetapkan status menjadi siaga darurat, karena cuaca ekstrem," ungkapnya.
Banjir ini tidak hanya merendam ribuan rumah warga, tapi juga berdampak pada aktivitas pendidikan.
"Akibatnya, 12 sekolah sudah diliburkan, demi keselamatan pelajar dan tenaga pelajar, untuk menghindari risiko saat aktivitas belajar," jelasnya.
Sedangkan untuk bantuan kepada warga yang terdampak, masih terus diupayakan, terlebih di bulan Ramadan, untuk berbuka dan sahur.
"Ada sebanyak 7.000 nasi bungkus setiap harinya dibagikan untuk korban banjir, dan bantuan lainnya, terlebih untuk ibu hamil, lansia, dan anak-anak," katanya.
ADVERTISEMENT