Bentrok di Maluku Tengah: Massa Pakai Senjata Tajam hingga Panah

3 April 2025 19:23 WIB
·
waktu baca 1 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi pembacokan. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pembacokan. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan
ADVERTISEMENT
Kedua kelompok massa menggunakan senjata tajam hingga panah saat bentrok masyarakat Desa Sawai dan Rumaolat Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Kamis (3/4).
ADVERTISEMENT
"Itu bentrok itu ada bawa sajam, bawa panah. Sebagain lah kayak gitu. Informasinya kayak begitu," ujar Kabid Humas Polda Maluku Areis Aminnulla saat dihubungi kumparan, Kamis (3/4).
Beredar informasi ada warga yang menggunakan senapan angin saat bentrok berlangsung. Namun, polisi belum bisa memberi keterangan lebih jauh soal benar tidaknya.
"Tapi intinya korban ada, korban anggota kita. Kena peluru, kena tembakan-tembakan senapan angin, atau senapan yang lain aku enggak tahu juga. Karena harus ada dari ahlinya untuk autopsi," jelasnya.
Suasana bentrokan antar warga di Maluku Tengah. Foto: Dok. Istimewa
Dalam bentrok ini, satu anggota Polri tewas dan 4 warga mengalami luka berat.
Areis mengaku dirinya belum mendapatkan laporan secara lengkap terkait peristiwa itu. Dia masih menunggu laporan dari petugas di lapangan, termasuk apa yang menjadi penyebab bentrokan.
ADVERTISEMENT
Suasana bentrokan antar warga di Maluku Tengah. Foto: Dok. Istimewa
"Saya hanya informasi yang saya dapat korban sementara anggota kita. Nah kita untuk masyarakat kita belum tahu. Kejadiannya kan terjadi bentrokan," katanya.
"Untuk penyebabnya kita belum tahu. Terjadi bentrokan, anggota Polri sama TNI meredam bentrokan itu. Halau mereka, tapi terjadi bentrokan massa akhirnya menjadi korban anggota kita," jelasnya.