BMKG: 10 Hari Pertama Arus Balik Lebaran, Masih Mungkin Terjadi Cuaca Ekstrem

10 Maret 2025 11:33 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Suasana lalu lintas saat hujan deras mengguyur di kawasan Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (17/2/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana lalu lintas saat hujan deras mengguyur di kawasan Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (17/2/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
ADVERTISEMENT
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyampaikan potensi prakiraan cuaca ketika mudik lebaran dan arus balik Idul Fitri 2025. BMKG memprediksi cuaca ekstrem masih akan terjadi di arus balik lebaran.
ADVERTISEMENT
Puncak arus mudik lebaran diprediksi terjadi pada 28 Maret atau H-3 lebaran. Sedangkan puncak arus balik yakni 5-7 April.
BMKG menuturkan, selama bulan Maret diprediksi curah hujan masih tinggi di sebagian besar provinsi Indonesia.
"Dapat kita simpulkan di bulan Maret, warna hijaunya masih banyak dan luas, bahkan ada hijau tua terutama Kalimantan, sebagian Jawa dan sebagian Sulawesi, di Sumatera, Papua, di zona itu wilayah selama Maret masih mengalami curah hujan tinggi," kata Dwikorita dalam rapat koordinasi di Kemendagri, Senin (10/3).
"Artinya potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi sewaktu-waktu juga beberapa kali," tambah dia.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati. Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
BMKG mengatakan, April akan menjadi masa transisi dari musim hujan ke kemarau. Tapi, 10 hari pertama, masih dimungkinkan terjadi cuaca ekstrem.
ADVERTISEMENT
"Nanti April sudah transisi ke musim kemarau lebih banyak warna kuning, hijaunya jadi lebih sedikit. Namun kuning itu curah hujan menengah itu intensitas 150-300 mm dalam satu bulan," kata Dwikorita.
"Di masa transisi di April itu terutama 10 hari pertama saat arus balik lebaran, itu masih dimungkinkan hujan ekstrem karena kuning itu curah hujan menengah masih bisa ekstrem," tambah dia.
BMKG menuturkan, meskipun terjadi cuaca ekstrem, diprediksi durasinya tidak akan lama yakni berkisar 30 menit hingga 1 jam.
"Tapi durasinya lebih singkat kurang dari 1 jam, mungkin 45 menit. 30 menit," kata Dwikorita.
Pohon tumbang di Jalan Raya Ciater, Tangsel timpa mobil berwarna hitam imbas hujan deras, Kamis (24/10/2024). Foto: Dok. BPBD Tangsel