Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Cosplayer Jenderal Sudirman di Kota Tua: Agar Anak-anak Tak Lupa Sejarah
1 April 2025 23:32 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
ADVERTISEMENT
'Saya Jenderal Sudirman' seru sosok berwarna emas, menjawab pertanyaan 2 anak kecil yang terus memandangnya. Sementara ayah anak-anak itu tersenyum. Lalu mereka berfoto.
ADVERTISEMENT
Pemeran si Jenderal Sudirman ini adalah Wahyu (52), seorang cosplayer, yang memilih jadi sang panglima pertama Angkatan Bersenjata Indonesia itu. Dilihat dari dandanannya, ia cukup mirip dengan tampilan Jenderal Sudirman semasa hidup.
Setidaknya dari pakaian yang ia kenakan. Wahyu memakai sebuah mantel panjang selutut, mengenakan blangkon hitam, membawa keris, dan kadang-kadang menenteng senjata tiruan.
"Biar tahu kan, sekarang pada lupa sama sejarah. Makanya kita adain karakter Jenderal Sudirman. [Itu] yang satu, yang kedua ingin membangkitkan rasa nasionalisme para pengunjung," kata Wahyu di Kota Tua, Selasa (1/4).
Untuk menarik perhatian, Wahyu merekayasa instalasinya agar nampak duduk melayang. Ia juga menyediakan banyak atribut di lapak foto nya.
Ada ornamen burung garuda lengkap dengan tulisan 'Kota Tua' di atasnya sebagai latar. Bahkan pengunjung bisa memakai atribut helm hingga aksesoris senjata laras panjang sambil duduk di sepeda motor tua yang kerap digunakan pada zaman kemerdekaan.
Tak hanya aksesoris, Wahyu juga melengkapi 'studio foto' ala kadarnya itu dengan 2 lampu sorot. Tujuannya, agar foto yang dihasilkan bagus.
ADVERTISEMENT
Meski sudah tampil begitu mirip dengan Jenderal Sudirman, ia kadang-kadang masih harus menjelaskan siapa dirinya.
"Iya kadang-kadang kalau ada pertanyaan saya jawab. Kadang-kadang 'ini karakternya apa' saya Jenderal Sudirman," jelasnya kalau ada yang bingung siapa dia.
Wahyu tak mematok harga. Pengunjung bisa membayar seikhlasnya untuk berfoto dengannya. Bahkan, ia juga ikhlas jika tak dapat duit sama sekali.
Alhasil, ia enggan menyebut nominal yang ia dapat sehari-hari. Yang jelas, hari ini banyak pengunjung data kepadanya.
"Alhamdulillah sih. Tadi pagi rame daripada kemarin puasa-puasa. Puasa-puasa nggak ada. Iya. Pokoknya liburan itu sudah pasti rame. Semuanya," tuturnya.
Meski belum dihitung, kumparan melihat satu ember penuh berisi uang yang diserahkan pengunjung lapaknya.
ADVERTISEMENT
Pekerja Seni Karakter Kota Tua
Dengan tampilan ekstra itu, Wahyu ternyata hanya perlu 30 menit untuk mengubah dirinya jadi sosok Jenderal Sudirman di zaman perang. Riasan wajah yang ia kenakan juga cukup murah, Rp 70 ribu, bisa awet sampai sebulan.
Warga Pademangan ini mengatakan pakai riasan sejak jam 8 pagi. Pulang ketika Kota Tua tutup di jam 21.00 WIB. Dia tak pernah alami penyakit kulit karena seharian pakai riasan serupa cat itu.
"Alhamdulillah ini belum. Masalahnya kita kan dari Marta Tilaar langsung. yang make-upnya. Jadi udah teruji gitu. Memang ini khusus. Alhamdulillah sampe sekarang enggak," tuturnya.
Dia juga membawa perlengkapan lain untuk membersihkan riasan itu. Ada baby oil dan tisu basah yang diletakkan dalam ember hitam di belakang latar lapaknya.
ADVERTISEMENT
"Gampang, pake tisu basah udah, dilap baby oil. Ilang. Iya, dua kali sret lah," jawabnya saat ditanya bagaimana menghapus make up itu.
Terkait atribut lain, dia mengaku tak siapkan sendiri. Dia bekerja di bawah naungan SKKT, Seni Karakter Kota Tua. Mereka adalah pihak yang mengkoordinir para cosplayer Kota Tua dan yang menunjuk tokoh yang harus diperankan.
Nah, SKKT menilai, Wahyu yang kurus itu punya kemiripan wajah dengan Jenderal Sudirman.
Wahyu sudah bekerja sebagai cosplayer Kota Tua sejak 2014. Dia mengaku lebih banyak sukanya dibanding dukanya.
Ia senang ketika banyak orang yang minta foto dengannya. Atau sekadar bertanya tentang karakter yang ia bawakan.
"Sukanya banyak. Lah ini yang foto-foto. Nah, itu. Kadang-kadang orang pengin tau, tanya tanya. Nah, itu saya seneng ngasih penjelasan-penjelasan," kata sosok sederhana itu.
ADVERTISEMENT