Demi Pemulihan Gempa, Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata

3 April 2025 10:18 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Panglima angkatan bersenjata Myanmar, Jenderal Senior Min Aung Hlaing. Foto: Alexander Zemlanichenko/Pool/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Panglima angkatan bersenjata Myanmar, Jenderal Senior Min Aung Hlaing. Foto: Alexander Zemlanichenko/Pool/REUTERS
ADVERTISEMENT
Junta militer Myanmar mengumumkan gencatan senjata sementara pada Rabu (2/4). Gencatan senjata diumumkan di tengah upaya pemulihan pascagempa dan jumlah korban tewas terus meningkat.
ADVERTISEMENT
Pemerintahan militer mengatakan akan mematuhi gencatan senjata mulai hari ini hingga 22 April untuk mempermudah upaya bantuan gempa. Kelompok bersenjata lain yang berperang melawan junta militer juga memberikan janji yang serupa.
Kelompok HAM dan pemerintah asing mengecam junta militer yang masih meluncurkan serangan udara meski situasi Myanmar belum kondusif akibat gempa dahsyat 7,7 magnitudo yang menewaskan hampir 3 ribu orang.
"Gencatan senjata bertujuan mempercepat upaya bantuan dan rekonstruksi, dan mempertahankan perdamaian dan stabilitas," kata junta militer dalam pernyataannya, dikutip dari AFP.
Personel militer berjaga saat ratusan pengungsi menyeberangi perbatasan sungai antara Myanmar dan Thailand, kota perbatasan strategis ke tangan pemberontak yang memerangi junta militer Myanmar, di Mae Sot, Provinsi Tak, Thailand, Sabtu (13/4/2024) Foto: Athit Perawongmetha/Reuters
Meski demikian, junta militer juga memperingatkan lawannya -- kelompok bersenjata pro demokrasi dan etnis minoritas -- bahwa akan tetap merespons serangan, tindakan sabotase, pengumpulan, pengorganisasian, dan perluasan wilayah yang akan merusak perdamaian.
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut, junta militer juga mengungkapkan pemimpin militer Min Aung Hlaing akan melakukan perjalanan ke Bangkok pada Kamis (3/4) untuk menghadiri pertemuan puncak negara-negara Asia Selatan ditambah Myanmar dan Thailand, di mana ia akan membahas tanggapan terhadap gempa bumi.
Ini adalah perjalanan luar negeri yang langka bagi Min Aung Hlaing, dan semacam kudeta diplomatik karena ia memutuskan untuk tidak mengundang para pemimpin junta ke acara-acara besar setelah kudeta.

Kondisi Myanmar Saat Ini

Tim penyelamat Myanmar dan Tiongkok membawa jenazah seorang korban yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan runtuh 'pembangunan Sky Villa Condominium' di Mandalay, Myanmar, Rabu (2/4/2025). Foto: Sai Aung Main/AFP
Per Rabu kemarin, korban tewas kini mencapai 2.886, lebih dari 4.600 orang terluka, dan 373 orang hilang.
Namun, komunikasi yang terputus dan infrastruktur yang rusak membuat upaya untuk mengumpulkan informasi dan mengirim bantuan tertunda. Skala bencana pun masih belum jelas dan jumlah korban tewas diperkirakan akan terus meningkat.
ADVERTISEMENT
Tim bantuan mengatakan, respons gempa secara keseluruhan terhambat karena pertempuran terus berlanjut antara junta militer dengan kelompok bersenjata.
PBB bahkan menyebut, sebelum gempa 7,7 magnitudo mengguncang Myanmar, 3,5 juta orang mengungsi akibat pertempuran itu. Banyak dari mereka yang berisiko kelaparan.