Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
DPR Desak Junta Myanmar Setop Serang Warga Sipil Usai Gempa 7,7 Magnitudo
1 April 2025 14:23 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI mendesak agar junta militer Myanmar menghentikan serangan kepada warga sipil usai gempa 7,7 magnitudo melanda negara tersebut.
ADVERTISEMENT
Wakil Ketua BKSAP Irine Yusiana Roba Putri menegaskan kekerasan terhadap warga sipil harus segera dihentikan dan mendesak komunitas internasional untuk mengambil tindakan tegas.
"Kami mendesak junta militer Myanmar untuk segera menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap warga sipil, terlebih di saat masyarakat sedang berusaha bertahan dari dampak gempa yang menghancurkan," ujar Irine Yusiana Roba Putri dalam keterangannya Selasa (1/4).
Irine juga meminta agar ASEAN dan PBB lebih aktif dalam mengatasi krisis kemanusiaan yang terus terjadi di Myanmar. Menurutnya, aksi represif yang dilakukan oleh junta militer hanya akan memperburuk situasi dan menghambat upaya bantuan kemanusiaan bagi korban bencana.
"Indonesia sebagai bagian dari ASEAN harus mengambil peran lebih besar dalam menekan junta Myanmar agar menghentikan agresi terhadap rakyatnya sendiri. Kita tidak boleh diam terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang terus terjadi di sana," tegasnya.
ADVERTISEMENT
Selain itu, BKSAP DPR RI juga menyoroti pentingnya kerja sama antarnegara dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk para korban gempa di Myanmar. Ia menegaskan bahwa akses terhadap bantuan medis, pangan, dan tempat tinggal harus diprioritaskan, serta memastikan distribusinya berjalan tanpa hambatan.
"Kami mendorong pemerintah Indonesia, ASEAN, dan komunitas internasional untuk memberikan dukungan penuh dalam pemulihan Myanmar pasca gempa, sekaligus terus menekan junta agar menghormati hak asasi manusia dan mengakhiri kekerasan terhadap warga sipil," pungkasnya.
Serangan udara terus mengguncang Myanmar meski negara itu baru dilanda gempa dahsyat berkekuatan 7,7 magnitudo.
Junta militer melancarkan serangan di Naungcho, Negara Bagian Shan hanya tiga jam setelah gempa mengguncang Sagaing pada Jumat (28/3). BBC Burmese mengkonfirmasi tujuh korban tewas dalam serangan itu.
ADVERTISEMENT
Kelompok perlawanan melaporkan serangan udara lainnya di Chang-U, wilayah pusat gempa, serta di perbatasan Thailand.
Pemerintah Persatuan Nasional (NUG) yang mewakili pemerintahan sipil yang digulingkan, menyerukan jeda dua minggu dalam operasi militer ofensif di wilayah terdampak bencana.
Perang saudara yang berlangsung sejak kudeta 2021 telah melemahkan junta.