Duduk Perkara Ambulans di Sukabumi Diminta Putar Balik Polisi

2 April 2025 8:23 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ambulans yang angkut wisatawan menuju Sukabumi. dok istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ambulans yang angkut wisatawan menuju Sukabumi. dok istimewa
ADVERTISEMENT
Sebuah ambulans diberhentikan polisi karena kedapatan membawa wisatawan saat menuju Sukabumi, Jawa Barat, pada Selasa (1/4). Ambulans milik salah satu desa di Sukabumi dan berpelat F 9942 O.
ADVERTISEMENT
Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi Ipda M Yanuar Fajar mengatakan, ambulans itu dihentikan di exit Tol Parungkuda tepatnya di persimpangan lampu merah Tol Bogor Ciawi Sukabumi (Bocimi).
Menurut Yanuar, ambulans itu melambung ke kanan menggunakan sirene dan rotator. Akan tetapi saat dicek, tidak membawa pasien.
Setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ada pasien dalam ambulans. Dari pengakuan orang di dalam ambulans, mereka berniat menjenguk warga yang sedang dirawat di RSUD Sekarwangi.
"Jadi pengakuan penumpang infonya mau besuk ke Rumah Sakit Sekarwangi, tapi dilihat dari penampilan diduga mau wisata," kata Yanuar.
Karena tidak ada kepentingan mendesak, ambulans tersebut diputar balik oleh polisi.
"Kalau pun itu memang mau menengok tidak diperkenankan menggunakan kendaraan darurat jadi diputar arah disuruh menggunakan kendaraan pribadi," pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Penjelasan Kades di Sukabumi soal Ambulans Angkut Wisatawan
Kepala Desa (Kades) Kompa, Yulianti. Foto: Dok. Istimewa
Pemerintah Desa (Pemdes) Kompa, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, angkat bicara soal sebuah ambulans diberhentikan polisi karena kedapatan membawa wisatawan saat menuju Sukabumi, Jawa Barat, pada Selasa (1/4).
Kepala Desa (Kades) Kompa, Yulianti, menyatakan ambulans itu bukan mengangkut wisatawan. Menurut dia, beberapa orang di dalam ambulans itu merupakan warga Desa Kompa yang bertujuan menjenguk anggota keluarganya di Lapas.
"Saya Kepala Desa Kompa memohon maaf atas segala kesalahan dan pelanggaran yang dilakukan oleh staf kami yaitu sopir ambulans. Setelah saya klarifikasi ternyata beliau bukan mengantar untuk berwisata, tetapi untuk mengantar warga kami yang tidak mampu ke lapas karena memang keluarganya ada di lapas," ujar Yulianti.
Yuyu, sopir ambulans Desa Kompa. Foto: Dok. Istimewa
Dia menyatakan telah memberikan tindakan tegas dan meminta sopir ambulans tersebut agar tidak lagi mengulangi hal serupa.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Yuyu, sopir ambulans Desa Kompa mengakui bahwa dirinya memakai ambulans itu tanpa meminta izin kepada kades. Dia pun meminta maaf atas kejadian tersebut.