Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8

ADVERTISEMENT
Pasar Tanah Abang yang biasanya ramai dengan aktivitas jual beli tampak lengang saat masa Lebaran. Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengungkapkan hingga Senin (31/3), sekitarnya 81 persen dari 2,1 juta warga Jakarta dan sekitarnya sudah pulang kampung.

Konsumen yang mudik ke kampung halaman membuat pedagang melakukan hal yang sama. Akibatnya, kios-kios di pusat grosir terbesar se-Asia Tenggara itu tutup rapat dengan kunci gembok terpasang.
Tidak hanya kios yang sepi, troli-troli yang biasa digunakan untuk mengangkut barang dagangan juga tampak tertumpuk di beberapa sudut pasar. Manekin-manekin yang biasanya mengenakan berbagai model busana pun kini berjejer tanpa busana, menandakan vakumnya aktivitas perdagangan di pasar tersebut.
ADVERTISEMENT
Meski demikian, masih ada segelintir pedagang yang memilih tetap bertahan. Mereka menunda kepulangan ke kampung halaman dan berencana mudik setelah H+7 Lebaran. Keputusan itu mereka ambil agar mereka masih bisa melayani pelanggan yang membutuhkan barang dagangan setelah masa libur Idul Fitri berakhir.
Salah satunya Roni, pedagang asal Padang, mengungkapkan bahwa dirinya menunda kepulangan ke kampung halaman demi memanfaatkan pembeli yang masih berbelanja di masa Lebaran. Menurutnya, meskipun jumlah pelanggan berkurang signifikan, biasanya suka masih ada konsumen yang mencari barang. Selain itu, ia juga mempertimbangkan harga tiket yang diprediksi lebih murah serta ingin menghindari kepadatan arus mudik.
Suasana sepi ini menjadi pemandangan yang kontras dibandingkan hari-hari biasa ketika Pasar Tanah Abang penuh dengan hiruk-pikuk transaksi antara penjual dan pembeli. Namun, dalam beberapa hari ke depan, diperkirakan pasar akan kembali bergeliat seiring dengan kepulangan para pedagang dari kampung halaman.