Fakta-fakta Banjir di Sumedang dan Kabupaten Bandung

17 Maret 2025 6:53 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Warga menguras dan membersihkan masjid yang terendam banjir di Desa Cihanjuang, Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat, Jumat (14/3/2025). Foto: Novrian Arbi/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Warga menguras dan membersihkan masjid yang terendam banjir di Desa Cihanjuang, Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat, Jumat (14/3/2025). Foto: Novrian Arbi/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang dilanda banjir sejak beberapa hari lalu. Sebanyak 718 rumah warga di Sumedang terdampak, sedangkan di Bandung ada 361 rumah yang terdampak.
ADVERTISEMENT
Meski ada ratusan rumah yang terendam, tidak ada laporan korban jiwa dalam bencana tersebut.
Berikut fakta-fakta banjir di dua wilayah Jawa Barat tersebut:

Banjir di Sumedang

Warga melihat kondisi lemari yang terendam banjir di Desa Cihanjuang, Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat, Jumat (14/3/2025). Foto: Novrian Arbi/ANTARA FOTO
Banjir di Sumedang melanda Desa Cihanjuang, Desa Sindanggalih, Desa Sindangpakuon dan Desa Sukadana pada Sabtu (15/3).
Kepala BPBD Kabupaten Sumedang Atang Sutarno, mengatakan sebanyak 718 rumah warga terendam. Beberapa wilayah juga masih tergenang dengan kedalaman air berkisar antara 20 sentimeter hingga 1 meter.
"Kondisi terkini air sudah menyusut, namun di beberapa tempat masih tergenang. InsyaAllah mudah-mudahan dengan berbagai upaya, air yang tergenang bisa tertarik segera dan bisa terbuang memasuki aliran Sungai Cimande,” kata Atang kepada kumparan melalui sambungan telepon, Minggu (16/3).
Dalam upaya penanganan darurat, BPBD Sumedang telah mengevakuasi warga ke tempat-tempat aman.
ADVERTISEMENT
"Di sini tidak pakai cara mengungsi, tapi mengevakuasi ke tempat yang lebih aman. Ada yang di rumah sanak famili, ada yang ditempatkan oleh kita. Tenda kita dirikan, tapi rata-rata mereka tidak mau untuk tidur di tenda. Mereka tidur di dekat sekolah, di sekolah, di pesantren, atau di rumah kerabatnya," katanya.
Menurut Atang, meski ratusan warga sempat dievakuasi, tidak ada korban jiwa dalam bencana ini. Warga yang sakit, baik sebelum maupun selama banjir, telah mendapatkan penanganan medis.

Penyebab Banjir di Sumedang

Warga mengeluarkan perabotan yang terendam banjir di Desa Cihanjuang, Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat, Jumat (14/3/2025). Foto: Novrian Arbi/ANTARA FOTO
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, Atang Sutarno, menjelaskan bahwa banjir ini disebabkan oleh berbagai faktor mulai dari curah hujan tinggi hingga kondisi aliran sungai yang mengalami penyempitan.
ADVERTISEMENT
"Penyebab banjir itu sudah jelas. Pertama, karena curah hujan yang sangat tinggi dan ekstrem musim ini. Kedua, adanya kiriman air dari daerah hulu seperti Gunung Geulis dan Jatinangor,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang Atang Sutarno kepada kumparan, Minggu (16/3).
Kondisi tersebut diperparah dengan pendangkalan sedimentasi aliran Sungai Cimande. Akibatnya, air tak mengalir lancar dan malah meluap ke perumahan warga.
“Kemudian, adanya pendangkalan sedimentasi di aliran Sungai Cimande, sehingga air tidak bisa mengalir dengan lancar dan akhirnya meluap," ucapnya.

Warga Mulai Kembali ke Rumah

Warga menggunakan perahu saat melintasi banjir di Desa Cihanjuang, Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat, Jumat (14/3/2025). Foto: Novrian Arbi/ANTARA FOTO
Banjir yang berangsur surut membuat warga mulai kembali ke rumah mereka untuk melakukan pembersihan.
"Yang dievakuasi itu cukup lumayan jumlahnya, tapi sekarang sudah berangsur pulang. Untuk secara pastinya hari ini, kami belum bisa memastikan karena harus ada pendataan dulu. Karena sebagian besar masyarakat sudah ada yang kembali ke rumah melakukan pembersihan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang Atang Sutarno.
ADVERTISEMENT
Banjir ini menimbulkan kerugian material yang cukup besar bagi warga setempat. Namun, dengan surutnya air, warga kini fokus pada pemulihan dan pembersihan rumah mereka.

Banjir di Kabupaten Bandung

Warga berjalan melintasi banjir di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (16/3/2025). Foto: Novrian Arbi/ANTARA FOTO
Sebanyak 4 kecamatan di Kabupaten Bandung dilanda banjir yang disebabkan hujan deras hingga mengakibatkan Sungai Citaru, Sungai Cikapundung, Sungai Cigede, Sungai Cipalasari, dan Sungai Citarik meluap, Sabtu (15/3) sekitar pukul 16.00 WIB.
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, mengatakan 4 kecamatan yang terdampak tersebar di Desa Bojongsoang, Lengkong dan Bojongsari di Kecamatan Bojongsoang. Kemudian Desa Dayeuhkolot, Ciiteureup dan Cangkuang Wetan di Kecamatan Dayeuhkolot, Desa Nanjung Mekar dan Cangkuang di Kecamatan Rancaekek. Terakhir Desa Margaasih di Kecamatan Margaasih.
"Banjir merendam sembilan desa di empat kecamatan, 237 Kepala Keluarga (KK) atau 551 warga terpaksa mengungsi," kata Abdul Muhari lewat keterangannya, Minggu (16/3).
ADVERTISEMENT
BPBD Kabupaten Bandung melaporkan total sebanyak 361 rumah warga terdampak, tiga titik akses jalan terdampak, satu tanggul jebol dengan Tinggi Muka Air (TMA) bervariasi dari 10 hingga 120 sentimeter.
"Kondisi terkini Minggu (16/3) banjir berangsur surut, namun petugas ingatkan warga waspadai banjir susulan yang dapat terjadi apabila hujan deras kembali turun," ujar Abdul.