H+2 Lebaran Arus Lalin Tol Cipali Arah Jakarta Meningkat 91%

2 April 2025 10:53 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Suasana pada hari ketiga Lebaran di Tol Cipali KM 188, Jawa Barat, Rabu (2/4/2025). Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana pada hari ketiga Lebaran di Tol Cipali KM 188, Jawa Barat, Rabu (2/4/2025). Foto: kumparan
ADVERTISEMENT
Arus lalu lintas di ruas Tol Cipali yang mengarah ke Jakarta mulai mengalami peningkatan pada H+2 Lebaran atau Rabu (2/4) pagi. Sementara arus lalu lintas yang mengarah ke Cirebon ramai lancar.
ADVERTISEMENT
Ardam Rafif Trisilo, Sustainability Management & Corporate Communications Dept. Head Astra Tol Cipali, mengatakan, sejak pukul 00.00 WIB hingga 09.00 WIB, sebanyak 11.200 kendaraan melintasi Gerbang Tol Cikopo (arah Cirebon), turun sekitar 33% dibandingkan volume lalu lintas di waktu yang sama sehari sebelumnya.
“Sebaliknya, arus kendaraan dari Cirebon menuju Jakarta mencapai 6.600 kendaraan, naik drastis sekitar 91% dibandingkan hari sebelumnya,” katanya, Rabu (2/4).
Menuru Ardam, bahwa rekayasa lalu lintas berupa contraflow yang diberlakukan secara kondisional sejak 1 April 2025 berhasil mengurai kepadatan.
"Contraflow dihentikan pukul 22.08 WIB, namun dapat diterapkan kembali sesuai kebutuhan lapangan dan kebijakan kepolisian," ujarnya.
Ia mengimbau pengendara untuk menggunakan bahu jalan hanya dalam kondisi darurat dan memanfaatkan area istirahat di luar gerbang tol guna menghindari penumpukan kendaraan.
ADVERTISEMENT
“Kami (Astra Tol Cipali) memastikan tarif tol tetap tidak berubah, walaupun harus keluar tol dulu untuk istirahat di luar tol,” ujarnya

Sistem One Way untuk Arus Balik

Ardam menyampaikan Tol Cipali akan menerapkan one way saat arus balik. Rencananya akan diterapkan pada 3 April 2025.
"Sistem one way akan diberlakukan mulai 3 April pukul 14.00 WIB hingga 7 April 2025 pukul 24.00 WIB, dari Gerbang Tol Kalikangkung di KM 414 hingga Gerbang Tol Cikarang Utama di KM 70," jelas Ardam.
“Kebijakan ini dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan dan keputusan kepolisian untuk mengantisipasi kepadatan arus balik,” pungkas Ardam.