Kasus Antraks Gunungkidul, Ternak di 2 Kecamatan Dekat Dusun Jati Akan Divaksin

12 Juli 2023 19:06 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Petugas Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo menyiapkan dosis vitamin dan vaksin antraks untuk sapi ternak warga pada kegiatan Vaksinasi Antraks di desa Karanganyar, Weru, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (11/7/2023). Foto: ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha
zoom-in-whitePerbesar
Petugas Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo menyiapkan dosis vitamin dan vaksin antraks untuk sapi ternak warga pada kegiatan Vaksinasi Antraks di desa Karanganyar, Weru, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (11/7/2023). Foto: ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha
ADVERTISEMENT
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY Sugeng Purwanto mengatakan pihaknya akan memvaksin hewan ternak di dua kecamatan terdekat dari Dusun Jati, Candirejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul.
ADVERTISEMENT
Dusun Jati merupakan lokasi ditemukannya kasus antraks. Di dusun tersebut 1 orang meninggal dunia karena antraks. 6 sapi dan 6 kambing juga mati karena bakteri ini.
"Yang kita lanjutkan adalah vaksinasi di dua kapanewon (kecamatan) terdekat. Sampingnya ya Karangmojo atau Ponjong," kata Sugeng melalui sambungan telepon, Rabu (12/7).
Vaksinasi akan dilakukan sesegera mungkin. Untuk DIY stok vaksin saat ini mencapai 2.600 dosis. Nantinya jumlah itu akan bertambah.
"Kami juga sudah mengajukan permintaan lagi untuk minimal ada kiriman 10 ribu dosis dari pusat," katanya.
Tim Reaksi Cepat BPBD Gunungkidul melakukan penyemprotan dekontaminasi bakteri antraks di Padukuhan Jati, Candirejo, Semanu, Gunungkidul, DI Yogyakarta, Jumat (7/7/2023). Foto: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
"Artinya langsung berkesinambungan. Paralel semua dimasukin dilakukan pengendalian dilakukan vaksinasi dan lain sebagainya," katanya.
Sugeng mengatakan 77 sapi dan 289 kambing di Dusun Jati sudah divaksin. Nantinya vaksinasi akan kembali dilakukan.
ADVERTISEMENT
"Sudah dilakukan vaksinasi secara menyeluruh nanti tinggal 2 minggu atau satu bulan kita lakukan pengulangan," katanya.
Saat ini ternak di Dusun Jati masih diisolasi. Artinya, ternak dari sana tidak boleh keluar dusun.
"Sampai nanti betul-betul diyakini dampak antraks di titik itu bisa zero. Bisa cepat, kemudian lama. Ya, tergantung nanti. Sekarang masih kita pantau terus," pungkasnya.