Kasus Preman Palak-Rusak Pedagang di Bekasi: Per bulan Bisa Dapat Rp 4 Juta

5 April 2025 10:29 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
9
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Dua preman yang memalak serta merusak dagangan pedagang di Pasar Baru, Kota Bekasi, Jawa Barat.  Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Dua preman yang memalak serta merusak dagangan pedagang di Pasar Baru, Kota Bekasi, Jawa Barat. Foto: Istimewa
ADVERTISEMENT
Aksi premanisme terjadi di kawasan Pasar Baru, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (3/4). Kedua pelaku yang merupakan kakak beradik yakni TAD dan DE sudah ditangkap.
ADVERTISEMENT
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Binsar Hatorangan, mengatakan keduanya ditangkap pada Jumat (4/4) pagi. Dari hasil pemeriksaan, pelaku kerap melakukan aksi pemalakan.
"Pengakuan dari TAD per hari bisa mendapatkan uang dari kutipan sekitar Rp 150 ribu, dan ini berlangsung dari hari Senin sampai Minggu. Jadi kurang lebih sekitar Rp 4 hingga Rp 4,5 juta per bulan digunakan kepentingan sehari-hari," kata Hinsar, Sabtu (5/4).
Aksi premanisme ini sudah dilakukan sejak 3 tahun terakhir. Motifnya adalah kebutuhan ekonomi.
"Keterangan dari kedua orang ini, bahwa dia melakukan aksi mengambil iuran ini sudah dilakukan kurang lebih 3 tahun," ungkapnya.
Ilustrasi preman. Foto: ANTARA FOTO/Abriawan Abhe
Aksi pemalakan ini terjadi pada Kamis pagi pukul 07.30. Pelaku meminta setoran keamanan kepada pedagang yang jadi korban. Aksi premanisme ini viral di media sosial.
ADVERTISEMENT
"Kejadian bermula ketika viral, beredarnya video tersebut nampak 2 orang pemuda laki-laki masing-masing mengenakan kaus warna merah dan hitam, cekcok dengan seorang perempuan yang mana kedua laki-laki tersebut sedang mengutip uang keamanan terhadap para pedagang," kata Kapolsek Rawalumbu, AKP Ririn Sri Damayanti, saat dihubungi pada Jumat (4/4).
"Selanjutnya di rekaman video tersebut laki-laki yang mengenakan kaus warna merah menendang dan menginjak sayur dagangannya," jelas Ririn.