Kaum Ibu Gelar Aksi di Sarinah Tolak Kekerasan Aparat ke Pendemo RUU TNI

28 Maret 2025 15:50 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kaum ibu menggelar aksi penolakan kekerasan oleh aparat di Sarinah, Jakarta Pusat, pada Jumat (28/3). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kaum ibu menggelar aksi penolakan kekerasan oleh aparat di Sarinah, Jakarta Pusat, pada Jumat (28/3). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
ADVERTISEMENT
Sejumlah perempuan yang didominasi oleh kaum ibu menggelar aksi menolak kekerasan yang dilakukan oleh aparat dalam demo menolak RUU TNI.
ADVERTISEMENT
Aksi kaum ibu ini digelar di depan Sarinah, Jakarta Pusat, pada Jumat (28/3). Terlihat sejumlah poster berisi tuntutan dibentangkan oleh massa yang memakai pakaian dominan putih.
Aksi itu menarik perhatian para pengguna jalan yang melintas. Beberapa pengguna jalan terlihat menepi ke sisi jalan mengikuti aksi. Sementara itu, polisi terlihat melakukan penjagaan mengatur arus lalu lintas agar tak macet.
Kaum ibu menggelar aksi penolakan kekerasan oleh aparat di Sarinah, Jakarta Pusat, pada Jumat (28/3). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
Kaum ibu menggelar aksi penolakan kekerasan oleh aparat di Sarinah, Jakarta Pusat, pada Jumat (28/3). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
Kaum ibu menggelar aksi penolakan kekerasan oleh aparat di Sarinah, Jakarta Pusat, pada Jumat (28/3). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
Kaum ibu menggelar aksi penolakan kekerasan oleh aparat di Sarinah, Jakarta Pusat, pada Jumat (28/3). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
"Halo, Nak, polisi. Tolong jaga mahasiswa, mereka adikmu juga," demikian bunyi salah satu poster yang dibawa oleh massa.
Ibu asal Tangerang Selatan, Tati (50), secara tegas menolak kekerasan yang dilakukan oleh aparat ketika aksi yang digelar mahasiswa di Gedung DPR/MPR RI.
Dia menilai aparat mestinya mengedepankan dialog dengan mahasiswa dan menjalankan tugas sesuai standar prosedur yang berlaku.
ADVERTISEMENT
"Bukan harus dengan kekerasan seperti yang kita lihat, ini sudah melampaui batas," ujar dia.
Terkait dengan UU TNI yang telah disahkan, Tati menilai, jangan sampai kebebasan berekspresi kembali dibatasi sebagaimana yang pernah terjadi saat masa Orde Baru.
"Saya ingin Indonesia yang terang, bukan gelap untuk masa depan lima orang anak saya," ujar dia.
Hal senada dikatakan oleh Nia (42) asal Jakarta. Dia turut menyayangkan kekerasan yang dilakukan oleh aparat terhadap massa aksi di Gedung DPR/MPR RI.
Dia bahkan membandingkan kekerasan yang dilakukan oleh aparat di Indonesia dengan kekerasan terhadap warga Palestina oleh Israel.
"Sebagai seorang ibu, kita gak mau Indonesia balik ke Orde Baru, di tahun 98 mahasiswa masyarakat itu bergerak untuk menolak dwifungsi ABRI, banyak mahasiswa saat itu meninggal kena peluru tajam," kata dia.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, UU TNI telah disahkan oleh DPR RI dalam Rapat Paripurna ke-14 masa persidangan 2024 hingga 2025 pada Kamis (20/3) lalu. Setelah UU tersebut disahkan, kini berlaku aturan 14 kementerian dan lembaga yang bisa diduduki TNI aktif tanpa mengundurkan diri.