Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Korban Jalan Rusak di Jalur Mudik Karawang Bertambah Jadi 59 Orang
30 Maret 2025 19:33 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
Jumlah pemudik yang mengalami kecelakaan akibat jalan rusak di jalur arteri Karawang, Jawa Barat, bertambah. Hingga Minggu (30/3) pukul 07.00 WIB, korban kecelakaan mencapai 59 orang.
ADVERTISEMENT
"Rekapitulasi dari 25 Maret sampai 30 Maret 2025, jumlah kejadian mencapai 24 kecelakaan dengan total korban 59 orang," ungkap Koordinator Pos Pam Terpadu, Asep Hermanto, saat dihubungi kumparan.
"Penyebab kecelakaannya itu antara lain karena jalan rusak, menghindari kendaraan lain dan kelelahan," tambah dia.
Kemudian dari 59 korban kecelakaan itu, 45 orang di antaranya mengalami luka ringan, 9 orang luka sedang dan 5 orang luka berat.
"Yang luka berat itu salah satunya yang kejadian subuh kemarin pas ibu-ibu masuk kolong mobil. Itu kan murni bukan kesengajaan ya, tapi alhamdulillah orangnya tanggungjawab," kata dia.
Asep menekankan data tersebut hanya berdasarkan kasus kecelakaan yang ditangani pihaknya saja selama arus mudik 2025.
Itu artinya, kecelakaan yang dialami pemudik maupun warga setempat bisa saja jumlahnya lebih banyak di sepanjang jalur arteri Karawang.
"Kemudian sesuai kesepakatan bahwa Pos Pam terpadu relawan gabungan Karawang dibuka dari tanggal 25 sampai 30 Maret 2025. Dan hari ini Minggu, 30 Maret 2025 pos resmi ditutup. Sampai jumpa di Pos Pam 2026," pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Kementerian PU Minta Maaf
Kementerian PU melalui PPK 1.1 Provinsi Jabar, Agung Satrio, sebelumnya meminta maaf kepada masyarakat, khususnya pemudik yang menjadi korban kecelakaan.
"Kami dari sisi penyelenggara jalan jika masih didapati kekurangan kondisi jalan yang tidak mulus karena banyak penitipan lubang dan bergelombang, kami mohon maaf," ucapnya, Sabtu (29/3).
Dia menyebut kerusakan jalan Lingkar Luar Tanjungpura-Klari, tepatnya di titik depan belokan Pemkab dua saat ini sedang diperbaiki.
Agung berujar, kerusakan itu disebabkan salah satu lajur jalan mengalami penurunan kontur yang mengakibatkan permukaan jalan tidak merata. Alhasil kondisi tersebut menyebabkan roda kendaraan rawan selip dan terjatuh ketika melaju.
"Sejauh mana penurunannya? Itu harus diteliti lebih dalam ya, karena tanahnya mungkin dasarnya enggak stabil," jelasnya.
ADVERTISEMENT