Korban Jiwa Gempa Myanmar Bertambah, Tembus Lebih dari 3.000 Orang

3 April 2025 15:05 WIB
·
waktu baca 1 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Puing-puing terletak di dekat pagoda yang rusak akibat gempa bumi kuat di Mandalay, Myanmar, Sabtu (29/3/2025). Foto: Stringer/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Puing-puing terletak di dekat pagoda yang rusak akibat gempa bumi kuat di Mandalay, Myanmar, Sabtu (29/3/2025). Foto: Stringer/REUTERS
ADVERTISEMENT
Junta Militer Myanmar mengumumkan perkembangan korban jiwa gempa dahsyat per Kamis (3/4). Mereka menyatakan, sebanyak 3.085 orang kehilangan nyawa.
ADVERTISEMENT
Selain korban jiwa, sebanyak 4.175 warga menderita luka akibat gempa berkekuatan 7.7 magnitudo itu. Sedangkan 341 orang di Myanmar dinyatakan masih hilang.
“Kami terus melanjutkan upaya pencarian dan evakuasi, kami menyampaikan terima kasih atas kerja keras dan komunitas internasional dan tim medis,” kata jubir junta militer Myanmar, Zaw Min Tun, seperti dikutip dari AFP.
Tim penyelamat Myanmar dan Tiongkok membawa jenazah seorang korban yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan runtuh 'pembangunan Sky Villa Condominium' di Mandalay, Myanmar, Rabu (2/4/2025). Foto: Sai Aung Main/AFP
Tim penyelamat Myanmar dan Tiongkok membawa jenazah seorang korban yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan runtuh 'pembangunan Sky Villa Condominium' di Mandalay, Myanmar, Rabu (2/4/2025). Foto: Sai Aung Main/AFP
Saat ini bantuan dari 17 negara sudah tiba di Myanmar. Indonesia menjadi salah satu negara yang mengirimkan bantuan ke sana.
Indonesia sudah mengirimkan bantuan dalam tiga tahap. Pada Kamis ini bantuan dibawa langsung oleh Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, ke Myanmar.
Selain di Myanmar, negara terimbas gempa adalah Thailand. Gempa menyebabkan satu gedung pencakar langit di Bangkok roboh.
ADVERTISEMENT
Pemerintah Thailand mengumumkan korban jiwa gempa akhir Maret lalu sebanyak 22. Sebanyak 70 warga lainnya masih dinyatakan hilang.
“Kami masih berharap mukjizat, tapi jangan berharap banyak karena ada kemungkinan kekecewaan sangat tinggi,” ujar Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt.