Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Kronologi Penemuan Mayat Ibu dan Anak di Tambora Versi Ketua RT
9 Maret 2025 12:47 WIB
·
waktu baca 3 menit
ADVERTISEMENT
Dua mayat yang merupakan ibu dan anak bernama Tjong Sioe Lan (TSL, 59) dan Eka Seriawati (ES, 35) ditemukan tewas dalam penampungan air atau tandon air di rumah yang terletak di kawasan Jalan Angke Barat, Tambora, Jakarta Barat, pada Jumat (7/3).
ADVERTISEMENT
Ketua RT 02 RW 05, Yanti menjelaskan kronologi pertama kali ditemukannya dua mayat tersebut. Kata dia, sebelum ditemukan meninggal, Tjong Sioe Lan dan Eka Seriawati sempat keluar dari rumahnya pada Sabtu (1/3).
“Sabtu. Jam sepuluhan pagi, pertama puasa,” kata Yanti saat ditemui di Jakarta Barat, Minggu (9/3).
Sabtu (1/3): Sempat Pamit Pulang ke Jawa
Yanti mendapatkan keterangan dari warga lainnya yang bertemu dengan Tjong Sioe Lan bersama Eka pada Sabtu (1/3). Dia mengeklaim ingin pergi ke Jawa, tapi tak disebutkan tempat detailnya.
"Ditanya, 'mau ke mana? Mau gua, mau pulang nih, ke Jawa dulu'. Terus itu sore siang ini dia kayaknya pulang,” terang Yanti.
Sehari kemudian, anak kedua korban Ronny sempat memberi tahu mantan ketua RT setempat bahkan ibu dan kakaknya hilang. Tapi, Ronny diminta menunggu dulu sebelum lapor polisi.
ADVERTISEMENT
Hilangnya Sioe Lan juga dirasakan penghuni lainnya. Yanti menjelaskan, ada bagian rumah Tjong Sioe Lan yang dikontrakkan, tapi beda lantai. Sejak Sabtu itu, penghuni kontrakan tidak bisa menghubungi Tjong Sioe Lan yang biasanya meminta untuk menyalakan air.
“Yang pada ngontrak kan pada pulang kerja. Biasa dia telepon, WA: 'Ci, nyalain air. Gue sudah pada pulang, mau pada mandi'. Gak ada yang jawab katanya,” tuturnya.
Senin (3/3) Lapor ke Polisi
Ronny akhirnya melaporkan ibu dan kakaknya itu hilang ke polisi pada Senin (3/3). Yanti sempat melihat Ronny bolak balik di rumah itu, tapi dia tak tahu persis apa yang dicari.
“Hari Seninnya dia lapor, Selasa, terus dia masih mondar-mandir, ada yang ketinggalan kali,” ujarnya.
Jumat (7/3) Jasad Korban Ditemukan
Yanti sebagai ketua RT setempat sempat dikontak oleh Ronny untuk membahas soal hilangnya ibu dan kakaknya itu. Belum sempat bertemu dan mengobrol dengan RT, ternyata Ronny langsung melapor ke polisi bahwa ada bau menyengat dari kolam penampungan air di rumahnya pada Kamis (6/3) malam.
ADVERTISEMENT
Jumat (7/3) polisi datang ke lokasi. Mayat ibu dan kakaknya itu ditemukan berada dalam tandon air tersebut. Polisi langsung mengevekuasi korban.
“Ya itulah mayatnya ditemukan di penampungan air,” lanjutnya.
Yanti mengatakan, mayat Tjong Sioe Lan dan ES ditemukan di kolam penampungan air atau tandon air. Kata dia, dalam penampungan air itu sedalam tiga meter.
“Bukan di toren. Kalau toren mah di atas. Penampungan airnya kayak kolam renang gitu,” ucapnya.
Yanti menduga setelah Tjong Sioe Lan dan Eka Seriawati pergi pada Sabtu itu, keduanya telah kembali lagi ke rumah. Yanti curiga karena pakaian yang digunakan saat pergi dan saat ditemukan meninggal berbeda.
“Saya ngeliat di fotonya, dikasih lihat polisi ya. Kaus cokelat sama celana bahan ini hitam. Yang menurut yang ngeliat, lagi pergi mah levis. Berarti dia sempat pulang dong,” jelasnya.
ADVERTISEMENT
Sabtu (8/3) Polisi Duga Pembunuhan
Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Arfan Zulkan Sipayung, mengatakan keduanya diduga merupakan korban pembunuhan.
"Iya ibu dan anak, benar. Diduga korban pembunuhan," kata Arfan dalam keterangannya, Sabtu (8/3).
Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Arfan juga belum menyampaikan penyebab kematian korban.